Pembaca Setia

Sabtu, 22 Mei 2010








Sunnah-Sunnah Dalam Solat Malam/Lail

(diedit dan diterjemah oleh UK)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Ertinya : Sebaik-baik puasa setelah puasa Ramadhan adalah puasa bulan Muharram dan sebaik-baik solat setelah solat wajib adalah solat lail.” [Hadits Riwayat. Muslim no. 1163]


[a]. Sebaik-baik jumlah raka’at dalam solat lail adalah sebelas raka’at atau tiga belas raka’at dengan pengerjaan solat yang lama. Berdasarkan hadis Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam
“Ertinya : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengerjakan solat lail sebanyak 11 raka’at, maka yang demikian itu adalah solat beliau” [Hadis Riwayat. Bukhari no. 1147]

Riwayat yang lain menyebutkan.
“Ertinya : Rasulullah solat malam sebanyak 13 raka’at” [Hadis Riwayat. Bukhari no. 1138 dan Muslim no. 764]


[b]. Disunnahkan bagi orang yang mengerjakan solat lail untuk bersiwak dan membaca ayat-ayat terakhir dari surat Ali Imran mulai dari firman Allah
“Ertinya : Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal” [ Ali Imran : 190]

Dibaca sampai akhir surah iaitu ayat 200


[c]. Disunnahkan kepada orang yang mengerjakan solat malam untuk berdoa dengan doa yang shahih yang diajarkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam

“Ertinya: Ya Allah, bagiMu segala puji, Engkaulah Penegak langit dan bumi dan segala isinya. BagiMu segala puji, milikMu kerajaan langit dan bumi serta segala isinya. bagiMu segala puji (Engkau) Pemberi cahaya langit dan bumi (serta segala isinya). bagiMu segala puji, Engkau penguasa langit dan bumi. bagiMu segala puji Engkau lah Yang Mahabenar, janji-Mu itu benar adanya dan pertemuan dengan-Mu itu benar adanya. FirmanMu itu benar, surga itu benar, neraka itu benar, para nabi itu benar, Nabi Muhammad itu benar (utusanMu), kiamat itu benar adanya. Ya Allah, kepadaMu aku bertawakal, kepadaMu aku kembali, kepadaMu aku mengadu dan kepadaMu aku berhukum. Ampunilah dosaku di masa lalu, masa yang akan datang, yang tersebunyi serta yang nampak (Karena Engkau adalah Maha Mengetahui itu daripada aku). Engkau lah Yang terdahulu dan Yang terakhir (Engkau Tuhanku) dan tidak ada Tuhan kecuali Engkau atau tidak ada Tuhan (bagiku) kecuali Engkau” [Hadis Riwayat. Bukhari no. 1120, 6317, 7385 dan Muslim no. 2717]


[d]. Sunnah memulai solat lail dengan dua raka’at yang ringan (pendek). Hal itu dilakukan hingga datangnya semangat untuk memanjangkan raka’atnya setelah dua rakaat yang pendek tersebut. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Ertinya : Apabila salah seorang diantara kalian mendirikan solat lail hendaklah membuka solatnya dengan solat dua raka’at yang ringan (surat-surat yang dibaca pendek. Pent) [Hadis Riwayat. Muslim no. 768]


[e]. Merupakan sunnah, memulai solat malam dengan doa yang shahih dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam

“Ertinya: Ya Allah, Rabb Jibril, Mikail dan Israfil. Wahai Pencipta langit dan bumi. Wahai Rabb yang mengetahui yang ghaib dan nyata. Engkau yang menjatuhkan hukum (untuk memutuskan) apa yang mereka (orang-orang Nasrani dan Yahudi) pertentangkan. Tunjukkanlah aku pada kebenaran apa yang dipertentangkan dengan seizinMu. Sesungguhnya Engkau menunjukkan pada jalan yang lurus bagi orang-orang yang Engkau kehendaki” [Hadis Riwayat. Muslim no. 770, Abu Dawud no. 767, Ibnu Majah no. 1357]


[f]. Disunnahkan untuk mempanjangkan solat malam.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya: “Solat apakah yang paling baik?” Rasulullah menjawab : “Yang panjang qunutnya (lama berdirinya)” [Hadits Riwayat. Muslim no.756]

Yang dimaksud qunut[1] adalah berdiri yang lama


[g]. Disunnahkan untuk bertaawudz (minta perlindungan kepada Allah) ketika membaca ayat tentang adzab dengan ucapan:
“Ertinya: Aku berlindung kepada Allah dari Adzab Allah”

Dan memohon rahmat kepada Allah ketika membaca ayat tentang permohonan/rahmat dengan ucapan
“Ertinya: Ya Allah aku meminta kepadaMu dari karuniaMu”

Dan bertasbih ketika membaca ayat-ayat yang mengandung pujian tentang keMahasucian Allah.

Hal tersebut berdasarkan hadis Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam
“Ertinya : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca (ayat) dengan tartil apabila beliau melewati satu ayat tasbih maka beliaupun membaca tasbih. Apabila melewati ayat permohonan(tentang rahmat,-ed) maka beliaupun memohon. Dan apabila melewati ayat memohon perlindungan, maka beliaupun memohon perlindungan (bertaawudz)…” [Hadis Riwayat. Muslim no. 772]


Sebab-sebab agar mendapatkan kemudahan untuk solat malam

[a]. Berdoa supaya Allah mudahkan

[b]. Menjauh kan (diri) dari perbuatan/perkataan sia-sia

[c]. Tidur sebentar/qailulah di siang harinya

[d]. Meninggalkan kemaksiatan dosa kecil dan besar

[e].Berkeinginan diri yang kuat untuk melakukan solat malam

Disalin dari kitab Aktsaru Min Alfi Sunnatin Fil Yaum Wal Lailah, edisi Indonesia Lebih Dari 1000 Amalan Sunnah Dalam Sehari Semalam, Penulis Khalid Al-Husainan, Penerjemah Zaki Rachmawan]
_________
Foote Note
[1]. Qunut dalam hadis itu memiliki banyak arti berdasarkan banyak riwayat. Dalam Hadyus Saari Muqaddimah dari Fathul Baari oleh Ibnu Hajar hal. 305 (Cet. Daar Abi Hayyaan) pasal Qaf Nun disebutkan tentang makna qunut antara lain do’a, berdiri, tenang, diam, ketaatan, shalat, kekhusu’an, ibadah, dan memperpanjang berdiri. Pent.