Pembaca Setia

Rabu, 5 Mei 2010

MENGGANTUNGKAN DO’A DENGAN KEHENDAK

Oleh Ismail bin Marsyud bin Ibrahim Ar-Rumaih

Sebagian orang ada yang berdo’a : “Semoga Allah memasukkan kita semua ke dalam Syurga Insya Allah”, padahal do’a seperti ini dilarang.
Seharusnya seseorang berketetapan hati dalam berdo’a dan tidak menggantungkannya dengan kehendak Allah.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : Janganlah di antara kalian berdo’a dengan mengucapkan : “Ya Allah, ampunilah aku bila Kamu menghendaki, ya Allah berilah rahmat kepadaku bila Kamu menghendaki dan hendaknya berketetapan hati dalam meminta sebab demikian itu tidak dibenci” [Shahih Al-Bukhari, kitab Ad-Da’awaat bab Liya’zim Mas’alah 7/153]

Imam Hafiz Ibnu Hajar berkata bahwa yang dimaksud dengan masalah adalah berdo’a, artinya kita harus bersungguh-sungguh dalam berdo’a dan berkeyakinan bahwa do’a tersebut pasti akan dikabulkan oleh Allah serta tidak menggantungkannya dengan kehendak Allah.

Ibnu Baththal berkata bahwa hadits di atas mengharuskan agar orang yang berdo’a bersungguh-sungguh dalam do’anya dan berharap agar do’anya dikabulkan serta tidak putus asa dalam berdo’a dari rahmat Allah sebab dia berdo’a kepada zat Yang Maha Pemurah.

Imam Ad-Dawudi berkata bahwa yang dimaksud dengan berketetapan hati dalam berdo’a adalah bersungguh-sungguh dan merendahkan diri dalam berdo’a dan tidak mengucapkan : “Ya Allah kabulkanlah permohonanku bila Engkau kehendaki” Seakan-akan membuat pengecualian dalam do’anya. Akan tetapi sebaiknya berdo’a seperti orang yang sedang sangat memerlukan dan faqir. Apabila tidak membuat pengecualian dalam do’anya, namun hanya mengucapkan kalimat insya Allah untu bertabarruk, maka hal tersebut tidak dilarang bahkan dianjurkan” [Fathul Barii 11/144-145]

Imam An-Nawawi berkata bahwa dianjurkan bersungguh-sungguh dalam berdo’a dan dimakruhkan menggantungkan dengan kehendak Allah. Para ulama berpendapat bahwa dimakruhkan menggantungkan do’a dengan kehendak Allah sebab kalimat insya Allah hanya layak ditujukan kepada zat yang dipaksa untuk memberi dan Allah Maha Suci dari demikian itu. [Syarh Shahih Muslim 17/7]

Syaikh Bin Baz ditanya tentang hukumnya orang yang mengatakan :”Di Syurga kita bertemu insya Allah”

Jawaban.

Do’a seperti itu adalah bagus, boleh kita berdo’a semoga kita semua dikumpulkan Allah dalam Syurga tetapi tidak boleh diiringi dengan ucapan insya Allah bahkan sebaiknya kita berdoa memohon agar kita dipertemukan oleh Allah di dalam Surga dengan karuniaNya, tanpa harus mengucapkan kalimat insya Allah dan tidak mengecualikan dalam do’anya. [Majalah
Ad-Da’wah no. 1454 Rabiul Awwal 1415]

(Ulasan UK : Walaupun Syurga atau apa-apa doa yang kita minta dari Allah adalah untuk perkara di masa hadapan tetapi kita dilarang menyebut insyaAllah ketika berdoa kerana ketika berdoa kena ada raja'(harapan) yang sangat tinggi supaya Allah kabulkan. Dengan menyebut insyaAllah ketika berdoa menunjukkan pergantungan kepada doa dan keinginan agar doa dimakbulkan adalah tidak kukuh@tidak serius dalam berdoa. Wallahua'lam)