Pembaca Setia

Ahad, 23 Mei 2010

BENARKAH BUMI MENGELILINGI MATAHARI?













Ramai orang yang mengatakan bahwa teori bumi mengelilingi matahari sekarang ini sudah terbukti yaitu dengan adanya ilmu falak saat ini yang semuanya dibangun atas dasar teori tersebut. Padahal ilmu falak sekarang sudah sampai pada taraf mengetahui hal-hal tentang alam semesta secara detail seperti terjadinya gerhana matahari dan bulan, pembuatan kalender masehi maupun hijriyah untuk beberapa tahun yang akan datang dan lainnya. Kalau teori ini salah berarti harus membatalkan ilmu falak?

Jawab:


Tidak ada seorang pun yang mengingkari ilmu falak dan ketepatannya sekarang ini, namun setepat apapun perlu diketahui bahwa ilmu ini masih bersifat zhon (perkiraan), yang terkadang boleh saja salah. Sebagaimana yang pernah terjadi di Kerajaan Arab Saudi pada penetapan awal bulan Syawal tahun 1406 H. Seluruh ahli hisab ketika itu menetapkan bahwasanya di Saudi tidak akan kelihatan hilal pada malam Sabtu, karena dalam perhitungan ilmu hisab, hilal masih di bawah ufuk. Ternyata hilal malam itu terlihat oleh sekitar 20 orang di beberapa tempat. (Lihat Fiqh Nawazil oleh Syaikh Bakar Abu Zaid 1/216)


Hal serupa juga pernah terjadi di Indonesia, yaitu kes penetapan awal Syawal 1991. Yang mana organisasi Muhammadiyah yang awalnya menetapkan secara hisab bahwa satu Syawal akan jatuh pada hari Ahad tanggal 27 Mac 1991 terpaksa harus mengubahnya ke hari Isnin tanggal 28 Mac 1991 karena tidak sesuai dengan hasil ru’yah, begitu pula kejadian tahun berikutnya terpaksa harus mengubah tanggal satu Syawwal yang awalnya jatuh pada Sabtu menjadi hari Ahad. Kes yang sama juga terjadi pada tahun 1994 meskipun ini terjadi di luar lingkungan Muhammadiyah. (Lihat Majalah Qiblati Vol. 2/no. 1 hal. 31 bab “Polemik Penetapan Awal Romadhon” oleh Ust. Agus Hasan Bashori.)


Kemudian, bukankah sampai sekarang ini masih sering dijumpai perselisihan antara ahli hisab? Hari raya Aidul Fitri yang baru lewat (1427 H) dipenuhi dengan polemik penetapan awal Syawal karena perbezaan ahli hisab. Muhammadiyah menyatakan Isnin sedangkan lainnya menyatakan Selasa tanggal 24 Oktober 2006 M. Bukankah ini adalah bukti yang tak terbantahkan bahwa ilmu hisab sendiri sampai ketika ini masih bersifat zhon alias perkiraan?


Setelah ini difahami, saya ingin bertanya: Bilakah ilmu falak mulai ada? Apakah ilmu falak ini baru muncul baru-baru ini? Ataukah ini adalah ilmu lama? Ketahuilah wahai saudaraku, ilmu ini adalah ilmu lama, sudah ada sejak dahulu kala, sudah muncul jauh-jauh hari sebelum zaman Copernicus. Lalu atas dasar apakah gerangan mereka menetapkan ilmu falak? Padahal teori yang berkembang ketika itu adalah matahari mengelilingi bumi? Jadi kesimpulannya, bahwa dengan teori matahari mengelilingi bumi sekalipun dapat dihasilkan ilmu falak. Fahamilah hal ini dengan baik.


Dan pada zaman sekarang pun masih ada yang menetapkan ilmu hisab dengan teori matahari mengelilingi bumi, sebagaimana yang dilakukan oleh Ust. Surkan Hj. Saniman dari Malaysia. Wallohu A’lam. [(Ahmad Sabiq. 2006. Matahari Mengelingi Bumi. Pustaka Al Furqon).


(ULASAN UK :Ayat yang mengatakan matahari dan bulan beredar adalah jelas di dalam surah Yasin 38 -40 tetapi tidak ada satu ayat pun yang mengatakan tentang peredaran bumi. Kita lihat dari segi konsep Islam malaikat melakukan tawaf mengelilingi rumah Allah di Baitul Ma’mur di langit. Manakala manusia bertawaf mengelilingi rumah Allah di Baitullah di Mekah.

Jadi kewajaran makhluk lain/bulan bintang planet bertawaf mengelilingi bumi adalah lebih wajar memandangkan ada rumah Allah di bumi yang di sebut di dalam al quran tetapi tidak pernah di sebut ada rumah Allah di planit/bintang lain yang mewajarkan perputaran alam kepadanya kerana kita sedia ketahui bahawa atom/elektron juga mengorbit dalam peredaran masing-masing dalam satu sistem yang seimbang.Jadi setiap sesuatu mesti beredar dalam suatu sistem yang teratur,seimbang dan berterusan sebagai ibadah kepada Allah.

Sains juga telah membuktikan satu sistem yang berputar melawan arah tawaf di Baitullah adalah satu sistem yang tidak seimbang dan akan jatuh dan berantakan.

Kewajaran mereka mengelilingi rumah Allah di bumi juga adalah atas dasar keseimbangan yang mana sesuatu makhluk/manusia mestilah berputar atas fitrah untuk memuliakan rumah Allah bukan berputar dengan sengaja/tanpa sebab.

Ditambah dengan fakta bahawa Baitul Ma’mur di langit adalah secara tegak lurus dengan Baitullah di bumi, maka perputaran planet/bintang seluruh alam adalah juga serentak mengelilingi Baitul Ma’mur di langit dan Baitullah di bumi sebagai tanda ibadah kepada Allah dan memenuhi konsep keseimbangan yang mengelakkan pelanggaran atau terkeluar dari orbit.Wallahu a'lam)