Pembaca Setia

Isnin, 19 April 2010

MENCINTAI RASULULLAH SEPENUH HATI (BAHG 3)

19 03 2009
Quantcast

Oleh: Urip Santoso

Seseorang yang sedang jatuh cinta, biasanya akan berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mencari jalan bagaimana caranya agar yang anda cintai itu membalas cinta anda. Anda pasti akan berusaha apa yang disukai oleh yang anda cintai. Setelah anda tahu tentu saja anda akan berusaha sekuat tenaga untuk memenuhinya sampai yang anda cintai itu membalas cinta anda. Bukan itu saja, anda juga akan selalu berusaha agar cinta yang telah anda peroleh dengan susah payah itu tetap langgeng dan terus meningkat. Jika anda cinta betul kepada seseorang, saya yakin anda selalu berusaha mementingkan seseorang itu tanpa memperhatikan kepentingan diri anda. Bukankah demikian?

Begitu pula jika kita ingin mencintai dan dicintai oleh Rasulullah Muhammad s.a.w. Salah satu bukti bahwa persaksian kita yang telah kita canangkan melalui dua kalimat syahadat adalah mencintai Allah dan Rasul-Nya di atas cinta kita kepada yang lain. Artinya, cinta yang kita berikan kepada yang selain Allah dan rasul-Nya harus didasarkan kepada cinta kita kepada Allah dan rasul-Nya. Kita akan mengabaikan cinta kita kepada yang lain ketika Allah dan Rasul-Nya tidak membenarkannya. Contoh, kita cinta kepada anak kita bukan? Nah, ketika anak kita memintai sesuatu yang dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya kita tidak memenuhinya. Bahkan mungkin kita akan memberikan beberapa nasehat kepada anak kita bahwa hal itu dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya.

Nah, untuk dapat mencintai Rasulullah dan kemudian dicintai oleh Rasulullah ada lima hal yang harus kita kerjakan, yaitu:

1) Memahami dan mengambil pelajaran dari sejarah Rasulullah.

2) Banyak-banyak bershalawat kepada Rasulullah secara ikhlas.

3) Mencontoh sunah-sunah Rasulullah yang berkaitan dengan ibadah kepada Allah.

4) Mentauladani perilaku Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

5) Ziarah ke makam Rasulullah di Madinah dengan ikhlas jika kita mampu pergi kesana..

Jika kelima hal ini telah kita praktekkan dalam kehidupan kita sehari-hari dengan ikhlas karena mengharap ridlo Allah, Insya Allah kita termasuk orang yang telah mencintai Rasulullah. Tentu saja kelima hal ini akan terus kita pertahankan dan kita tingkatkan kualitasnya agar kita terus dapat mencintai Rasulullah. Agar cintai kita selalu meningkat baik jumlah maupun mutunya. Jika kita telah berusaha mencintai Rasulullah, maka kita baru boleh berharap bahwa Rasulullah membalas cinta kita.

Apa hikmahnya jika Rasulullah membalas cinta kita. Bukti balasan Rasulullah kepada kita adalah bahwa Insya Allah Rasulullah akan memberi syafaat kepada kita ketika kita mengalami kesulitan di Hari Perhitungan. Hari dimana semua orang sibuk terhadap dirinya sendiri. Hari dimana setiap orang tidak sempat mengingat orang lain. Hari dimana lepaslah ikatan keluarga. Hari dimana semua orang akan menuntut. Hari dimana semua tuntutan akan diperhatikan dan dipertimbangkan oleh Allah. Hari yang maha sulit bagi setiap makhluk.

Sebenarnya cinta Rasulullah kepada umatnya tidak usah diragukan lagi. Rasulullah berupaya sekuat tenaga agar kita semua mendapat rahmat Allah. Ia tidak meminta upah dari kita semua. Bahkan segala harta yang dimilikinya habis untuk perjuangan menegakkan agama Allah. Sesungguhnya Rasulullah bisa kaya jika ia menghendakinya. Akan tetapi ia gunakan kekayaannya untuk mengajak kita masuk ke dalam karunia Allah. Bahakan diakhir hidupnya, ketika nafas sudah di leher ia masih ingat dan mencemaskan umatnya. Nah, pemimpin yang demikian, yang sangat memperhatikan nasib umatnya dunia dan akherat tentu saja sangat layak kita cintai. Ya, kita selayaknyalah berterimakasih dan mencintai Rasulullah tanpa mengharap balasannya. Sebab, dengan mencintainya itu akan menjadi jalan bagi kita menuju karunia Allah, yaitu iman dan taqwa, selamat baik di dunia maupun di akherat.

Oleh sebab itu, mari kita berusaha mencintainya sebagai wujud rasa terima kasih kita dengan menjalankan kelima hal yang saya sebutkan di atas.


NOTA: Rencana ini dipetik dari blog Urip Santoso tetapi tajuknya saya tukar bersesuaian dengan prinsip blog ini