Pembaca Setia

Jumaat, 30 April 2010

SANTAU : RAWATAN UNTUK PESAKIT LAMA/KRONIK

Bagi pesakit santau yang telah lama/kronik maka disarankan melakukan rawatan tambahan seperti berikut :

1)Amalkan memakan 7 ulas kurma Ajwa@lain-lain kurma setiap hari. Bila serangan teruk makan 7 ulas pagi, 7ulas petang dan 7 ulas malam(kurma perlu diruqyah juga)

2)Amalkan meminum madu yang dicampur dengan air ruqyah 2 kali sehari pagi dan malam.Bagi kes teruk 4@5 kali sehari pun boleh.Lebih lagi pun takpe kalau tidak panas.

3)Jika badan terasa lemah atau letih amalkan memakan kismis kuning yang diruqyah

4)Kelemahan santau adalah bekam. Dengan kerap melakukan bekam santau akan cepat keluar melalui darah kotor.InsyaAllah anda boleh sembuh dalam tempoh lebih cepat jika kerap melakukan bekam seluruh badan tetapi 3 langkah di atas juga perlu diamalkan

Bekam untuk saka : sebulan sekali atau dua kali di poin utama syaitan tinggal sehingga sembuh.Biasanya poin untuk jin saka tidak banyak sangat.

Bekam untuk jin asyik yang degil : setiap bulan sekali di poin utama dan poin sakit sehingga sembuh juga mandi ais

Bekam untuk sihir : bergantung kepada kes ,jika berat setiap minggu di poin yang sakit dan juga mandi ais.

Bagi apa-apa kes gangguan 10 tahun ke atas bekam dilakukan seminggu sekali

Pesakit yang kerap berbekam insyaAllah mudah sembuh tetapi jangan lupa zikir pendinding diri mesti terus diamalkan.

Khamis, 29 April 2010














JENIS-JENIS PUASA


Oleh Dr. Abdullah bin Muhammad bin Ahmad Ath-Thayyar


Kita akan membicarakan tentang pembagian puasa dari segi halal dan haram. Hal itu kerana puasa terkadang boleh menjadi wajib, terkadang sunnah, terkadang makruh dan terkadang haram. Pembahasan mengenai hal itu akan diberikan dalam beberapa permasalahan berikut ini:

Pertama: Puasa Wajib

Puasa wajib adalah puasa di bulan Ramadhan, puasa qadha’ dari puasa Ramadhan, puasa nadzar, puasa fidyah dan kaffarah.

Kedua: Puasa Sunnah

Puasa sunnah adalah puasa yang oleh nash-nash syar’i dianjurkan untuk dikerjakan, yaitu:

1. Puasa enam hari pada bulan Syawwal.
2. Puasa hari ‘Arafah bagi orang yang tidak sedang menunaikan ibdah haji.
3. Puasa hari ‘Asyura’ (puasa pada tanggal 10 Muharram) dengan satu hari sebelum atau sesudahnya.
4. Puasa hari-hari bidh (putih, yakni hari-hari di saat terjadi bulan
purnama-ed), yaitu hari ke-13, 14 dan 15 pada setiap bulan Hijriyyah.
5. Puasa hari Isnin dan Khamis.
6. Memperbanyak puasa pada bulan Sya’ban dan Muharram.
7. Puasa Nabi Dawud (sehari puasa, sehari tidak puasa).
8. Puasa sepuluh hari di bulan Dzulhijjah.
9. Puasa bagi orang yang belum mampu menikah.

Ketiga: Puasa Makruh

Puasa makruh adalah puasa yang oleh nash-nash syar’i dilarang untuk
dikerjakan, tetapi larangan tersebut tidak bersifat keras, karena tidak
sampai pada tingkat pengharaman. Di antara hari-hari yang dimakruhkan
untuk puasa adalah:

1. Puasa hari ‘Arafah bagi orang yang menunaikan ibadah haji.
2. Puasa hari Jum’at saja.
3. Puasa hari Sabtu saja.
4. Puasa hari terakhir dari bulan Sya’ban, kecuali jika bertepatan
dengan puasa yang telah biasa dilakukan, seperti puasa hari Senin dan
Kamis.
5. Puasa ad-Dahr. Ini diartikan bahwa harus berbuka pada hari-hari
diharamkannya puasa, jika tidak berbuka pada hari-hari tersebut, maka
diharamkan puasa ad-Dahr.

Keempat: Puasa yang Diharamkan

Puasa yang diharamkan adalah puasa yang oleh nash-nash syar’i dilarang secara mutlak untuk dikerjakan, yaitu:

1. Puasa dua hari raya; ‘Idul Fithri dan ‘Idul Adh-ha.
2. Puasa pada hari-hari Tasyriq, yaitu tanggal 11, 12 dan 13 dari bulan Dzul Hijjah.
3. Puasa pada saat haidh dan nifas bagi wanita.
4. Diharamkan bagi wanita melaksanakan puasa tathawwu’ (sunnah) jika suaminya melarang untuk mengerjakan puasa tersebut.
5. Puasanya orang sakit yang dapat membahayakan dirinya dan bahkan boleh mengakibatkan kematiannya.[1]

PUASA SUNNAH[2] DAN PENGARUHNYA DALAM TAQARRUB (PENDEKATAN DIRI) SEORANG HAMBA KEPADA RABB-NYA
Setiap kewajiban memiliki satu nafilah (sunnah) yang mempertahankan
keberadaannya serta menyempurnakan kekurangannya. Shalat lima waktu
misalnya, memiliki shalat-shalat sunnah, baik sebelum maupun
sesudahnya. Demikian juga dengan zakat, yang memiliki shadaqah sunnah.
Haji dan umrah merupakan hal yang wajib dikerjakan sekali seumur hidup,
sedangkan selebihnya adalah sunnah. Puasa wajib dikerjakan pada bulan
Ramadhan
, sedangkan puasa sunnah banyak sekali, di antaranya puasa
sunnah yang tidak pasti, seperti puasa bagi orang yang tidak mampu
menikah. Puasa sunnah yang ditentukan, misalnya puasa enam hari di
bulan Syawwal, karena barangsiapa mengerjakan puasa ini setelah
Ramadhan, maka seakan-akan dia telah berpuasa sepanjang tahun.

Hal tersebut didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Abu Ayyub
al-Anshari Radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa
sallam bersabda maksudnya:

“Barangsiapa berpuasa Ramadhan, kemudian diikuti dengan puasa enam hari di bulan Syawwal, maka ia seperti puasa ad-Dahr.”[3]

Di antara pengaruh puasa sunnah adalah:

1. Puasa sunnah dapat digunakan oleh seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada Rabb-nya, karena membiasakan diri berpuasa setelah Ramadhan merupakan tanda diterimanya amal perbuatan, insya Allah. Hal ini karena Allah Jalla wa 'Ala jika menerima amal seorang muslim, maka Dia akan memberikan petunjuk kepadanya untuk mengerjakan amal shalih setelahnya.

2. Puasa Ramadhan yang dikerjakan dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahala, akan mengharuskan pemberian ampunan atas dosa-dosa sebelumnya. Orang-orang yang berpuasa akan mendapatkan pahala pada hari ‘Idul Fithri, karena hal itu merupakan hari pemberian pahala. Puasa setelah Ramadhan merupakan bentuk rasa syukur terhadap nikmat ini bagi hubungan seorang muslim dengan Rabbnya.

3. Puasa sunnah merupakan janji seorang muslim kepada Rabbnya, bahwa musim ketaatan itu akan terus berlangsung dan bahwasanya kehidupan ini secara keseluruhan adalah ibadah. Dengan demikian, puasa itu tidak berakhir dengan berakhirnya bulan Ramadhan, tetapi puasa itu terus disyari’atkan sepanjang tahun. Mahabenar Allah Yang Mahaagung ketika berfirman maksudnya:

“Katakanlah, ‘Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah...’” [Al-An’aam: 162]

4. Puasa sunnah menjadi sebab timbulnya kecintaan Allah Subhanahu wa Ta'ala kepada hamba-Nya serta pengabulan do’anya, penghapusan kesalahan-kesalahannya, pelipatgandaan kebaikan-kebaikannya, peninggian derajatnya, serta keberuntungannya mendapatkan Surga kenikmatan.[4]

[Disalin dari buku Meraih Puasa Sempurna, Diterjemahkan dari kitab Ash-Shiyaam, Ahkaam wa Aa-daab, karya Dr. Abdullah bin Muhammad bin Ahmad ath-Thayyar, Penerjemah Abdul Ghoffar EM, Penerbit Pustaka Ibnu Katsir]
_________
Footnote
[1]. Lihat kitab Haasyiyah Ibni ‘Abidin (II/373), Bidaayatul Mujtahid oleh Ibnu Rusyd (I/298), Mawaahib al-Jaliil karya al-Khaththab (II/405), al-Majmuu’, karya an-Nawawi (VI/378), al-Inshaaf karya al-Mardawi (hal. 342).
[2]. Pembahasan tentang macam-macam puasa sunnah ini telah disampaikan sebelumnya, pada pembahasan tentang macam-macam puasa.
[3]. Diriwayatkan oleh Muslim. (Shahiih Muslim bi Syarh an-Nawawi (VIII/56))
[4]. Lihat mengenai puasa sunnah ini dalam kitab Zaadul Ma’aad (I/340), Qalyuu-bii wa ‘Umairah (II/72).

Rabu, 28 April 2010


LARANGAN BERSETUBUH DENGAN BERTELANJANG BULAT


Oleh Al-Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat

Hadits ke 19

Artinya : Apabila salah seorang dari kamu mendatangi isterinya
(bersetubuh/ jima'), maka hendaklah ia menutup (badannya) dan janganlah ia (bersama isterinya) bertelanjang bulat seperti dua ekor unta yang bertelanjang
bulat.

DLA'IF. Dikeluarkan oleh Imam Ibnu Majah (no.1921) dengan sanadnya
(jalannya) dari Al-Walid bin Qasim Al-Hamdaniy (ia berkata) : Telah
menceritakan kepada kami Al-Ahwash bin Hakim dari bapaknya dan Raasyid bin
Sa'ad dan Abdul A'la bin Adiy (ketiganya) dari Utbah bin Abdussulamiy, ia
berkata : Telah bersabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam : (seperti
diatas).

Saya berkata : Sanad hadits ini dla'if, Al-Ahwash bin Hakim seorang rawi
yang lemah hafalannya sebagaimana telah dijelaskan oleh Ibnu Hajar di
Taqribnya (1/49), Illat lainnya, ialah Al-Walid bin Qasim Al-Hamdzniy
sebagaimana telah diterangkan oleh Syaikh Albani di kitabnya Adaabuz Zafaf
(hal : 108-112) dan di Irwa (7/71 no 20009)

[Disalin dari buku Hadits-Hadits Dlaif dan Maudlu, Penulis Al-Ustadz Abdul
Hakim
bin Amir Abdat, Penerbit Darul Qalam]

Nasehat untuk yang baru menikah....

MEMASUKI AWAL KEHIDUPAN BERUMAH TANGGA

Menikah merupakan sunnah para nabi dan para rasul, disamping sebagai salah satu tanda-tanda kekuasaan dan karunia nikmat dari Allah Azza wa Jalla. Melalui pernikahan, manusia yang berpasangan laki-laki dan perempuan akan memulai menjalani kehidupan baru, yaitu kehidupan rumah tangga, yang menjadi kehendak setiap manusia di muka bumi ini. Demikian ini sudah sunnatullah, yang merupakan kitaran kehidupannya sebelum semuanya berakhir, yaitu mendapatkan keturunan.

Di hadapan sepasang suami-isteri tersebut terbentang berbagai permasalahan yang harus dihadapi bersama. Permasalahan di dalam keluarga sangatlah kompleks dan saling berkaitan, antara satu dengan lainnya. Tidak hanya dari segi syari'at, dunia, kesehatan pun akan dihadapinya serta akan mempengaruhi bagaimana syariat itu dijalaninya.

Bagi para calon pasangan yang akan memasuki bahtera rumah tangga, juga bagi mereka yang memulai menapaki kehidupan baru, perlu sedikit mengetahui beberapa hal berkaitan dengan liku-liku kesehatan yang akan mewarnai kehidupannya.

PASCA MENIKAH

Setelah proses pernikahan, pasangan baru yang biasa disebut pengantin baru, akan selalu mendapatkan perasaan yang penuh suka cita. Mungkin, masa inilah puncak keindahan dan kenikmatan setiap insan, baik laki-laki maupun wanita.

Di balik rasa kegembiraan ini, tidak sedikit keluhan yang dialami pasangan baru. Selain harus beradaptasi dalam hal keperibadian masing-masing, masalah kesehatan hampir selalu terjadi pada awal kehidupan barunya. Secara fisik, keluhan sering terjadi pada pihak wanita.

Beberapa hari, bahkan sampai beberapa bulan setelah menikah, sang isteri yang sebelumnya masih perawan atau gadis, biasa akan mengeluh sakit di daerah farji, kemudian berlanjut mengeluh ngilu ketika buang air kecil. Terkadang mengalami kesulitan buang air kecil. Lebih lanjut,boleh berisiko terkena infeksi/jangkitan saluran kencing, terutama mereka yang sebelumnya pernah mengidap penyakit ini. Tak ketinggalan sakit pinggang dan punggung akan menyertai hai-hari baru sang isteri.

Dengan berjalannya waktu, keluhan-keluhan tersebut boleh menghilang dengan sendirinya. Apabila sakit pada ketika berkemih maupun ngilu/sakit di daerah faraj terus-menerus, sangat diperlukan pengertian dan keikhlasan dari sang suami, yakni untuk sementara waktu tidak melakukan sanggama, sampai rasa ngilu/sakit itu hilang. Jika keadaan isteri masih sakit, namun tetap dipaksakan untuk berjima’ -meskipun semuanya ridha- justru tak akan mendapatkan kenikmatan yang sempurna, serta boleh menyebabkan sakit sang isteri akan bertambah parah. Bila keluhan ngilu/sakit tidak berkurang atau hilang, sebaiknya segera dirawat. Ubat-ubat analgetik boleh meredakan ngilu/sakit tersebut. Jika perlu diberi antibiotic, bila terjadi jangkitan di saluran kencing dan daerah faraj.

Ada lagi penyakit yang tiba-tiba datang pada ketika pengantin baru ini, yaitu gastrik akut. Dikenal dengan penyakit maag. Hal ini disebabkan isteri sering terlambat makan, lantaran selalu menunggu sang suami tercinta datang dari mencari nafkah untuk dapat makan bersama. Untuk mencegah datangnya penyakit maag ini, sebaiknya makan tepat waktu, atau ketika perut sudah merasa lapar. Kalau menghendaki makan bersama suami, makanlah dengan kadar sedikit lebih dahulu, atau makan sambil-sambilan untuk menghilangkan rasa lapar tersebut, kemudian boleh diulangi lagi pada ketika suami datang. Hati-hati bagi mereka yang sebelumnya sudah terkena penyakit ini, sebaiknya lebih dijaga supaya penyakit tersebut tidak lebih parah.

Selain pihak isteri, sang suami pun setelah menikah terkadang mengalami kecemasan berlebihan. Ini biasa terjadi pada mereka yang mengalami ejakulasi pra matang(keluar mani lebih awal). Hal ini tidaklah perlu dikhawatirkan, karena kondisi tersebut masih dalam keadaan normal sebagai pengantin baru.

MENGHADAPI KEHAMILAN

Seorang wanita yang sudah bertekad untuk menikah, jauh-jauh sebelumnya harus mempunyai pandangan bahwa pasca menikah akan ada hasil cinta kasih bersama suami, yaitu kehamilan yang merupakan takdir dan kehendak Ilahi. Dengan siap untuk hamil, maka secara psikologinya kehamilan boleh dihadapi dengan hati ikhlas dan ketenangan.

Kehamilan pertama akan selalu dinanti dan diharapkan oleh setiap pasangan baru. Namun demikian penantian dan harapan janganlah disikapi terlalu berlebihan. Berserah diri kepada Yang Maha Pencipta itu lebih baik dalam mengharap kehamilan pertama ini, karena berkaitan juga dengan masalah takdir Allah Azza wa Jalla, dengan tetap selalu melakukan ikhtiar. Sehingga pasangan yang belum diberi karunia anak tidak akan merasa cemas yang berlebihan (anxiety). Kecemasan ini, secara psikologi boleh menjadi punca terjadinya konflik hubungan suami-isteri.

Setelah dinyatakan isteri hamil, maka kegembiraan akan terpancar dari pasangan baru ini, dan akan disambut juga oleh keluarga serta kerabat lainnya. Masa hamil muda atau masa mengidam akan dilaluinya, biasa berlangsung sampai 4 bulan. Namun tak semua wanita hamil muda mengalami masa ini. Mual dan muntah biasa mengiringi ibu hamil muda. Terkadang sampai berlebihan (hiperemesis gravidarum), sehingga isteri mengalami kekurangan cairan atau dehidrasi, yang boleh berakibat lebih buruk terhadap kesehatan dan perkembangan bayinya.

Hadapilah masa ini dengan banyak istirehat. Atasi mual muntah dengan ubat-ubat anti mual atas cadangan doktor. Jangan minum sembarangan ubat anti mual. Usahakan agar banyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi dan lemas di tubuh. Dianjurkan mengambil multivitamin, supaya tubuh tidak terlalu lemas. Bila isteri mengidam, sangat diperlukan kesabaran suami, dan bersikap bijaksana, misalnya dengan memberikan makanan atau minuman yang disukai isteri. Namun demikian, si isteri pun harus bijaksana dan mengerti, untuk tidak selalu merepotkan dan menyibukkan suami gara-gara mengidam ini; sehingga pekerjaan utama mencari nafkah terabaikan, terlebih lagi dengan keadaan ekonomi yang cukup makan.

Pada masa mengidam, sebaiknya mengurangi kekerapan senggama untuk menghindari bertambah lemahnya keadaan isteri. Tetapi, jika memungkinkan boleh dilakukan dengan hati-hati.

Ketika kehamilan ini, perlu perhatikan beberapa penyakit yang kadang-kadang tiba. Di antaranya batuk-batuk, sakit kepala, gatal-gatal di kulit, selsema, gangguan kencing, sakit pinggang bawah serta tulang belakang, sakit perut bagian bawah dan lain-lain. Penyakit ini hanya ringan, kadang hilang dengan sendirinya seiring bertambahnya usia kehamilan. Namun, apabila penyakit tersebut memperburuk keadaan, sebaiknya pergi minta pandangan doktor.

Semakin tua masa kehamilan, keadaan fizikal isteri akan kembali pulih. Sebaiknya periksa kehamilan secara teratur untuk mengetahui kondisi ibu dan janin dalam keadaan baik dan sehat. Juga perlu diperhatikan, bahwa berjima’ pada saat sang isteri hamil besar dan menjelang saat melahirkan, akan kurang baik bagi kondisi ibu. Seperti halnya hamil muda, bila terpaksa berjima’, maka harus dilakukan dengan hati-hati, dan sang isteri tetap tidak dalam keadaan keletihan.

MENYAMBUT KEHADIRAN SI BUAH HATI

Sebelum si buah hati hadir di hadapan ayah dan ibunya, sudah tentu isteri harus menjalani proses persalinan. Hadapilah persalinan ini dengan tawakal dan ridha kepada Allah. Rasa sakit ketika melahirkan dan ikhlas menerimanya, harus sudah difikirkan betul-betul jauh-jauh sebelumnya, sehingga secara mental isteri sudah siap menjalaninya.

Tidaklah sedikit kaum ibu, setelah melahirkan kadang mengalami kebingungan atau mengalami tekanan seketika. Hal ini disebabkan proses bersalin yang menimbulkan stress dan kelelahan berkepanjangan. Apalagi kelelahan ini berlanjut, karena harus merawat si kecil atau karena menyusui.

Kadang-kadang, bayi yang baru lahir membuat sang ibu bertambah lelah, karena kelakuan bayi. Misalnya sering menangis atau rewel, sehingga kesempatan untuk beristirahat tidak ada sama sekali. Bayi rewel atau sering menangis, ada beberapa kemungkinan penyebabnya. Di antaranya, karena kencing atau pipis, buang kotoran dan ingin segera diganti lampinnya, air susu yang belum lancar, kondisi tali pusat bayi karena infeksi, atau ada gigitan serangga dan lain-lain.

Bantuan dan dukungan suami sangat penting untuk memulihkan kondisi fizikal dan mental isteri. Misalnya, secara bergantian menjaga sang bayi. Kita contoh teladan Nabi Muhammad saw yang suka membantu isterinya.

Diriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu 'anha, ia berkata : “Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam suka membantu pekerjaan isterinya. Dan jika tiba waktu shalat, beliau keluar untuk menjalankan shalat". [HR Bukhari, 6039].

Banyak dari kaum isteri mendapati sebuah kebahagiaan, kesenangan dan ketenangan dalam menjalankan pekerjaan-pekerjaan rumah tangganya, manakala ia ditemani dan dibantu oleh sang suami tercinta. Namun demikian, isteri juga harus pintar merawat dan mengasuh anak, serta mengerjakan pekerjaan rumah tangga lainnya, sehingga tidak sering meminta bantuan suami, karena tugas suami yang utama adalah mencari nafkah untuk isteri dan anak-anaknya.

Boleh terjadi, karena tidak ada saling pengertian dan pembagian tugas di antara suami isteri, sehingga menimbulkan perselisihan dan pergaduhan yang berakibat buruk, yaitu perceraian; karena isteri tidak sabar merawat dan mengasuh bayi, ataupun sang suami sangat egois tidak mengerti kondisi isteri yang kesibukan dan kelelahan.

Kadang-kadang juga, karena kelelahan yang berkepanjangan dan emosi belum stabil, sang ibu akan sering marah dan jengkel melihat si kecil yang terlalu rewel. Hal ini akan berakibat kurang baik bagi bayi, juga bagi ibunya sendiri, karena ada gangguan hubungan secara psikologis antara ibu dan bayinya. Dan justeru menyebabkan bayi bertambah rewel atau tidak tenang. Tentunya hal ini boleh dihindari dengan mencari penyebab kerewelan bayi tersebut, sehingga boleh segera diatasi bersama.

Seorang ibu sebaiknya selalu penyabar dan penyayang terhadap keluarganya, karena Allah SWT bersama orang-orang yang sabar. Dan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menganjurkan kepada para wanita untuk selalu menyayangi anak-anaknya.

Sangat dianjurkan, apabila ibu terlalu letih pasca melahirkan, untuk segera mengkonsumsi makanan dan minuman yang bergizi/berzat tinggi. Bila perlu, minumlah multivitamin atau suplemen makanan ataupun minuman. Usahakan untuk boleh beristirehat, meskipun hanya sebentar. Dibolehkan juga meminta bantuan orang lain (khadimah) ataupun keluarga untuk mengurangi kesibukan keluarga. (dr. Ira).

Sumber :
- Kado Pernikahan, Syaikh Hafizh Ali Syuaisyi`, terjemahan, Pustaka al Kautsar, Juli 2005.
- Ilmu Kebidanan dan Kandungan, Sarwono P, 1983.

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 12/Tahun IX/1427H/2006)





















HUKUM
SHALAT JUM'AT BAGI WANITA

Oleh Al-Lajnah Ad-Da'imah Lil Ifta'

Pertanyaan

Al-Lajnah Ad-Da'imah Lil Ifta ditanya : Apa hukumnya pelaksanaan shalat Jum'at bagi wanita, apakah shalat itu dilakukan sebelum atau sesudah kaum lelaki atau bersama-sama mereka .?

Jawaban

Shalat Jum'at tidak diwajibkan bagi kaum wanita, akan tetapi jika seorang wanita melaksanakan shalat Jum'at bersama imam shalat Jum'at maka shalatnya sah, tapi jika ia melaksanakan shalat seorang diri di rumah maka ia harus melaksanakan shalat Zhuhur sampai empat rakaat, shalat Zhuhur itu dilaksanakan setelah masuknya waktu shalat atau setelah matahari condong ke barat, dan tidak boleh bagi seorang wanita untuk melaksanakan shalat Jum'at seorang diri.

[Fatawa Al-Lajnah Ad-Da'imah Lil Ifta VII/212, fatwa nomor 4148]

Bacaan Dalam Tempoh Pertempuran(dengan syaitan)














Assalamualaikum warahmatullah Ustaz,

Saya masih lagi dalam proses rawatan akibat sihir..alhamdulilah semakin ada perubahan, tapi kadang2 saya rasa serabut hati dan fikiran sampai saya pun tak tau apa yang saya pikir..kadang2 saya jadi tak nak bercakap dengan sesiapapun, jadi macam putus asa pun ada..
Ustaz boleh bagi surah apa2 yang saya boleh dengar waktu kebengongan saya ni datang untuk lebih tenang dan lapang..setakat ni saya dengar rukyah dan juga surah yasin..

Selain ruqyah, ada 4 surah yang wajib dibaca/didengar untuk membasmi pengaruh makhluk halus dalam badan:

1) Surah Yaasin

2) as Soffat

3) ad Dukhaan

4) al Jin


Mesti dibaca/didengar setiap hari...

Untuk serabut2 tak tenang dan bengong.... pegang dada (kiri sedikit) di jantung dan amalkan baca Surah al Insyirah.... 3 -7 kali selepas solat atau pada waktu tegang....

Lagi yang boleh dibaca ayatul Kursiy 70 kali sehari.. setakat yang mampu.. tak straight pun takpe... kejap baca berhenti.. sambung balik pun boleh.. atau sambil2 buat kerja...

Selamat MEnCuBa... ceria selalu
















" Kaedah Rawatan Yang Membongkar 1001 RAHSIA Keajaiban Al-Qur'an Dalam Menentang Kejahatan Ilmu Hitam, Sihir, Santau , Gangguan Makhluk Halus, Saka, Rumah Berpuaka. Kesannya Serta-Merta Anda Dapat Saksikan Sendiri Insya Allah. "


Melalui kaedah Terapi al-Qur'an yang diamalkan , Allah s.w.t telah menyembuhkan ribuan pesakit yang datang bertemu beliau (Sheikh Wahid Abd Salam Bali) bahkan ada yang sudah 30 tahun menderita akibat sihir. Konsep tauhid kepada Allah s.w.t yang diterapkan sebelum melakukan rawatan adalah asas paling utama dalam rawatan ini.

Melalui kombinasi ilmu dan rawatan anda akan dirawat secara berperingkat-peringkat sehingga anda disembuhkan oleh Allah s.w.t Insyaallah. Rawatan yang anda terima tidak ada sama sekali unsur-unsur syirik, khurafat dan tahyul seperti penggunaan khadam, sheikh tilikan dan ramalan yang boleh menjejaskan aqidah islamiah yang suci.

Jika anda berminat untuk mendapatkan khidmat rawatan, anda digalakkan membuat temujanji terlebih dahulu, ini adalah untuk kemudahan anda. Untuk kesembuhan yang cepat dan keselamatan diri dari kejahatan jin&manusia anda disarankan supaya menyertai Seminar Perubatan Islam kelolaan Al-Fadhil Ustaz Hayat Annaqsyabandi

Method Rawatan :

1. Qiraatul Qur'an bil jahriah ( bacaan al-qur'an dengan jelas di hadapan pesakit )
2. Sama'atul Qur'an ( pesakit wajib mendengar bacaan al-Qur'an setiap hari)
3. Al-Ightisal bil Qur'an ( mandian al-Qur'an )
4. Al-Syarab bil Qur'an ( minuman al-Qur'an )
5. Al-Khutbah ( bacaan khutbah )

Rukun Penyembuhan :

1. Berserah diri zahir&bathin 100% kepada Allah s.w.t
2. Sabar
3. Ikut 100% nasihat perawat
4. Istiqamah

Misi :

1. Menyebarkan ilmu perubatan islam kepada seluruh umat islam dengan bertunjangkan akidah Ahli Sunnah Wal Jamaah pegangan Al-Asya'irah dan Al-Maturidiah yang jelas.
2. Mewujudkan rangkaian perubatan islam yang holistik dan berwibawa diseluruh negara .
3. Merialisasikan syariah islamiah dalam perubatan.
4. Menjalinkan ukhuwah yang kukuh antara perawat islam dan umat islam.
5. Rawatan yang berterusan.

Visi :

1. Perubatan islam ialah perubatan utama bukan alternatif..
2. Pembentukan hakikat islam, iman dan ihsan melalui rasa kehambaan.
3. Rangkaian perubatan yang dapat membantu umat islam dari sudut ekonomi.
4. Terhapusnya khurafat dan bid'ah yang sesat.

Selasa, 27 April 2010


















Soalan :

Soalan saya berkenaan dengan penyakit 'ain. Apabila suami berkata kepada isterinya : kamu memang cantik,apakah wajib ke atasnya mengatakan : Masya Allah atau perbuatan ini dianggap keterlaluan?

Jawapan:

Pertama : Penyakit 'ain adalah benar wujud berdasarkan kepada sabda Rasulullah saw
yang bermaksud:

"Ain adalah haq.Sekiranya ada sesuatu yang boleh mendahului takdir, tentulah 'ain akan mendahuluinya"- hadis riwayat Muslim:2188 dari Ibn Abbas Hadis riwayat Bukhari: 5048

Kedua

Dalam banyak keadaan,penyakit 'ain berpunca daripada orang yang bersifat dengki.

Ibn al-Qayyim berkata: " Setiap orang yang menyebabkan penyakit 'ain adalah bersifat dengki dan tidak semua orang yang bersifat dengki boleh menyebabkan penyakit 'ain..

Kemudian beliau berkata : Asal 'ain adalah perasaan kagum yang ditimbulkan oleh seseorang terhadap sesuatu perkara, kemudian diikuti dengan kehendak nafsunya yang jahat,lalu di bantu oleh 'racun' dari pandangan matanya terhadap orang tertentu .

Kadang-kadang seseorang boleh menyebabkan 'ain terhadap dirinya sendiri.Dan kadang-kadang dia menyebabkan 'ain kepada orang lain bukan dengan kehendaknya tetapi kerana memang tabiatnya.Ini merupakan sejahat-jahat manusia.

Sahabat kami dan ahli fiqh lainnya berkata: Sesiapa yang diketahui memiliki tabiat jahat seperti ini ,hendaklah pemimpin memenjarakannya dan belanja hidupnya ditanggung oleh negara sehinggalah kematiannya. Inilah pendapat yang kuat. " rujuk Zad al Ma'ad jil 4 ms 167

Oleh itu Rasulullah saw selalu membaca doa yang bermaksud

" Aku memohon perlindungan dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna daripada syaitan,binatang berbisa dan daripada sesetiap pandangan mata yang boleh membawa penyakit 'ain" - Hadis oleh al-Bukhari : 3191

al-hammah adalah haiwan dan binatang berbisa yang boleh menyebabkan kematian

Lammah adalah pandangan mata yang muncul akibat sifat dengki

Ketiga

Mengikut pendapat yang kuat, meskipun 'ain berpunca daripada orang yang bersifat dengki, ianya juga boleh berpunca daripada seorang yang sekadar berasa kagum. Hal ini berdasarkan sebuah hadis yang menyatakan :

Maksudnya : " Apabila salah seorang di antara kamu berasa kagum terhadap dirinya sendiri, hartanya atau saudaranya, doakanlah dengan keberkatan kerana 'ain pasti terjadi." - Hadis riwayat ibnu Sunni-rujuk kitab 'Amal al-yaum wal llailah,ms 168 oleh al- Hakim,jilid 4 ms 216 Diklasifikasikan sebagai sahih oleh al Albani.-rujuk kitab al-Kalim al-Tayyib ms 243

Hadis ini menerangkan seseorang boleh terkena penyakit 'ain terhadap dirinya sendiri atau hartanya padahal tiada sesiapa pun yang dengki terhadap dirinya.Jika demikian wujud kemungkinan seorang suami boleh menyebabkan 'ain kepada isterinya sendiri.

Ibn al-Qayyim berkata :

" Kadang -kadang seseorang boleh menimbulkan penyakit 'ain terhadap dirinya sendiri." -rujuk Zad al-Ma'ad jil 4 ms 167

Ke empat : Seorang suami boleh menyebabkan penyakit 'ain ke atas isterinya disebabkan memandangnya,memperhatikan kecantikan dan berasa kagum dengannya meskipun tidak mengatakan : "Kamu sangat cantik". Ketika itu dia disunatkan membaca doa: " Ya Allah ,berikanlah keberkatan kepadanya."

(Tujuan rencana ini adalah untuk menunjukkan ain itu boleh wujud dari suami/isteri atau diri sendiri. Cara untuk elakkannya yang sahih adalah mendoakan keberkatan baginya bukan menyebut masyaAllah, wallahu a' lam)

Tips Supaya Perut Tidak Buncit








1)Berbaring telentang sambil letakkan kedua tangan di bawah kepala dan angkat kaki turun naik.Lakukan selama 20 min setiap hari(kalau sibuk 5 min pun jadi)

2)Bancuh segelas air dengan sedikit kapur.Perapkan air kapur sehingga mendap(kapurnya ke bawah).Ambil air yang jernih dan perahkan sebiji limau nipis. Minum air tersebut dua kali sehari pagi dan malam

3)Rebus 10 helai daun salam (serai kayu) dalam air sehingga mendidih dan jadi lebih kurang dua gelas. Minum dua kali sehari

4) Campurkan sebati air limau nipis dengan kapur sirih. Sapu pada perut kemudian ikat perut(bengkung)Amalkan setiap malam.

Isnin, 26 April 2010

Gangguan Jiwa Kaum Wanita Kerana Guna-Guna




















Ketika terjadi pertemuan dengan Sheikh Hamd Bin Abdul Rahman al Ya'isyi seorang ahli terapi ruqyah di pejabat sidang akhbar al-Jazerah.(Tepatnya pada hari Jumaat 7 Zulkaedah 1423H) kepada beliau diajukan pertanyaan: "Dari fakta salah satu hospital jiwa kami mengetahui bahawa penyakit kejiwaan banyak menimpa para gadis. Apakah penyebabnya?"

Syeikh Hamd menjelaskan bahawa dalam kehidupan keluarga anak-anak gadis sering kali lalai bahkan di antara mereka ada yang terlepas kawalan baik ketika berada di dalam rumah atau di luar rumah.

Perkara seperti ini kadangkala menjadi penyebab kerosakan tatatertib sosial kerana kepercayaan yang diberikan oleh keluarga kepada anak perempuannya terlalu berlebihan dan sering kali tidak pada tempatnya

Ketika ini tidak sedikit para wanita yang menjadi pelayar internet. Mereka rela menghabiskan waktu berjam-jam untuk melakukan kerosakkan di alam maya itu.Bahkan dari sana mereka menjalin hubungan intim atau mendapat teman dengan orang-orang baru yang tidak diketahui asal-usulnya,serta tidak terjamin latar belakang mereka sehingga mereka terjerumus ke dalam kemaksiatan alam siber yang penuh khayalan dan mengundang dosa. Peluang seperti ini mengundang datangnya pengaruh jin( Penulis blog ini pernah merawat satu kes gangguan seorang pelajar wanita yang sangat suka ke cyber cafe)

Kebiasaan dalam menampakkan keindahan yang mereka miliki secara berlebihan dapat mengundang pandangan bernafsu dan al'ain. Lebih-lebih lagi mereka yang dianugerahkan kecantikan dan keelokan tubuh.Sehingga saat mereka datang di hadapan masyarakat umum mereka hadir dengan penampilan yang menarik perhatian ramai.Apalagi jika pakain mereka betul-betul seksi dan setengah telanjang. Semua ini adalah faktor yang mengundang syaitan

Dalam pelbagai acara dan majlis pernikahan ramai wanita suka menari bahkan ada yang menampilkan tarian mengghairahkan dan menarik perhatian penonton. Hobi bersolek dan terlalu lama di depan cermin sehingga timbul perasaan kagum tentang diri sendiri(kecantikan) akan memudahkan jalan bagi jin untuk merasuk gadis itu.(memang ramai yang sakit gangguan syaitan cantik-cantik rupanya)

Kebiasaannya berjalan-jalan di pusat membeli-belah tanpa ada tujuan yang jelas juga dapat mengundang jin. Sebab pasar merupakan tempat yang subur bagi perkembangan jin dan syaitan untuk menyakiti manusia,menyebabkan mereka mengalami tekanan perasaan ,disihir,diragut dsbgnya.

(Nota:dari buku Hikmah terapi al quran dengan sedikit tambahan
Ramainya wanita yang tidak sensitif tentang aurat ,tidak solat dll menunjukkan betapa lemahnya didikan dari ibubapa, suami dan diri mereka sendiri)

Subject: Kisah Benar: Mak Nyah Sembah Patung Untuk Cantik

YANG BAIK JADIKAN TAULADAN YANG BURUK TU JANGAN AMALKAN,
SEMOGA ALLAH MELINDUNGI KITA DARI PERBUATAN SYIRIK, SEMEMANGNYA KITA NIE HAMBA YANG SENTIASA ALFA DENGAN PERSEKITARAN KITA*
Allah Matlamat Ku,
Ar-Rasul Ikutan Ku,
Al-Qur'an Panduan Ku, Jihad Jalan Ku,
Mati Di Jalan Allah Cita Tertinggi Ku,
Amin Ya Rabbal A'lamin
Seriau baca citer ni... baca ye jgn tak plak.....

Secantik manalah bidadari yang hendak ditunjukkan kepada penulis?
Mungkin si dia secantik Aiswarya Rai. Pelakon Bollywood dan bekas ratu
cantik India itu? Atau secantik aktress Kareena Kapoor?

Petang itu, 8 November 2006, seorang lelaki berpewatakan lembut
tiba disebuah restoran menghadap Laut China Selatan. Dia hanya
mahu dikenali sebagai Sofian. Seperti dijanjikan Sofian membawa
bersamanya gadis ayu berbaju putih dan berambut melepasi bahu
yang sudah beberapa kali diceritakan dalam telefon.

"Inilah doa orang yang saya maksudkan! Cantik tak, Encik Sahidan?"
tanya lelaki lembut yang berkaca mata itu sambil tersnyum.

Wow! Cantik! Memang cantik. Hidungnya mancung, dagu seperti
lebah tergantung dan pipinya gebu.

"Itulah, saya dah cakap, dia ni memang cantik!" beritahu lelaki
lembut itu tersenyum puas.

Semasa minum lelaki lembut memperkenalkan nama gadis ayu itu
sebagai Diana. Sofian tidak berhenti henti bercerita tentang
kejelitaan Diana.
Katanya, ramai sungguh lelaki yang tergila gilakan si Diana ini.
Dari VIP yang bergelar Datuk hingglah jurutera dan buruh kontrak.
Semasa bercerita, Sofian memberitahu malam nanti dia hendak menunjukkan
sesuatu yang mengejutkan.

"Encik Sahidan tunggu di pantai tu. Saya akan bawa Diana sekali
lagi. Saya nak encik tengok sendiri kencantikannya bila disimbah cahaya
bulan. Bila bulan mengambang Encik Sahidan, badan dia jadi kekuning
kuningan macam emas. Wajahnya berkilau kilauan. Betul! Macam
bidadari. Saya tak tipu! Tunggu, ada surprise untuk encik!" Beritahu Sofian
tersenyum lebar.

Pukul 9.00 malam, bersama jurugambar Utusan, Ghazali Basri, kami
tiba di kawasan itu. Sofian sudah menunggu bersama Diana yang
hanya berkemban memakai baju ala Hawaii dengan susuk tubuh yang
menggiurkan.

Apakah yang hendak ditunjukkan Sofian pada kami?

Diana berdiri menghadap ke lautan. Kulitnya yang putih seperti
telur dikupas cukup menggegarkan iman sesiapa yang melihatnya.
Malam itu bulan sedang mengambang penuh. Sofian mengajak kami
mengikuti langkah Diana yang menapak berkaki ayam menuju ke gigi air. Perlahan lahan
Diana menanggalkan kain kemban yang membaluti tubuhnya. Susuk tubuhnya yang
gebu kini terserlah dari hujung rambut sehingga ke hujung kaki.

Jantung berdegup kencang. Tidak sanggup rasanya hendak menatap ke
arah sebatang tubuh tanpa seurat benang. Tapi .... Mengapa Sofian
beria ia hendak menunjukkan aksi Diana berbogel kepada kami? Apa
motifnya?

"Tengok Encik Sahidan, cantik tak? Betul tak seperti saya cakap?"
Bisik Sofian.

Betul seperti dinyatakan Sofian! Sesiapa memandang pasti
terpukau!
Simbahan cahaya purnama menambahkan lagi keindahan tubuh Diana yang
gebu itu. Sofian tersenyum. Lelaki lembut itu memberitahu bukan
setakat itu sahaja, tetapi banyak lagi rahsia tentang Diana hendak
didedahkan kepada Mastika.

Sambil membiarkan Diana terus berbogel, Sofian menceritakan
siapa sebenarnya Diana dan mengapa dia digilai ramai lelaki.

"Percaya tak kalau saya katakan Diana seorang maknyah! Tanya Sofian.

Mak nhay? Mustahil!! Wajahnya persis wanita tulen. Bahkan Diana
lebih cantik daripada sebahagian wanita yang pernah ditemui.
Rambutnya yang panjang, payudaranya yang menonjol, bibrnya yang
lebar, tiada sebarang petanda Diana seorang mak nyah.

"Betul! Ramai yag tak percaya dia mak nyah!" beritahu Sofain
sambil tersengih.

Sofian memberitahu, dalam usia 20an, Diana sudah beberapa kali
menjalani pembedahan plastik untuk menambahkan lagi kejelitaanmya.
Hidungnya yang kemek telah dimancungkan. Dagunya yang leper
telah diruncungkan dan punggung yang kempis telah dironggekkan. Untuk tujuan itu
Diana menghabiskan lebih RM7,000.

"Tapi mak nyah ni tak akan puas selagi tak cantik macam
bidadari," beritahu Sofian.

Biarpun sudah cantik, Diana ingin menakluki lebih ramai lelaki
kerana kejelitaannya masih kurang diperhatikan pelanggang yag
datang ke lorong tempat dia menjual tubuh. Sofian bersimpati
dengan nasib mak nyah itu, lantas empat tahun lalu dia membawa
Diana ke sebuah negara jiran untik menemui seorang sami bernama
Tok Long. Ketika bulan sedang mengambang penuh beginilah Diana
berbogel di hadapan Tok Long untuk melakukan upacara sulit.

Apa yang berlaku dalam upacara itu?

Diana pengsan selepas patung tertanam di dahi

Empat tahun lalu ........

Puluhan pelita minyak tanah dipasang di sekeliling tubuh Diana yang
sedang terbaring lesu di atas sehelai hamparan kain berwarna kuning.
Tiada seurat benang pun di tubuh Diana. Dia terbaring dalam keadaan
kepalanya menghala ke arah sebuah tasik dan bulan yang sedang
mengambang di dada langit.
Waktu itu pukul 2.00 pagi. Suasana sungguh sepi.

"NAANG KUAAT!" jerit sami bernama Tok Long itu. Tubuh Diana tidak
bergerak gerak. Matanya dipejamkan. Dia hanya menanti apa saja yang
bakal dilakukan sami itu.

"NAANG KUAAT!" jerit sami itu lagi dengan suara yang amat
nyaring.
Perlahan lahan sami itu merapati sekujur tubuh Diana yang sedang
berbogel.
Di tangan kanan sami itu ada sebiji patung sebesar dan sepanjang
jari telunjuk. Sami itu kemudiannya meletakkan patung emas
tersebut di dahi
Diana. Suara sami yang garau menyeru nyeru lagi nama patung
tersebut.
Beberapa kali dihembuskan nafasnya ke muka dan serata tubuh Diana.
Setelah
patung itu dihenyak ke dahi Diana diiringi bacaan mentera. Tubuh
Diana tersentak sentak.

Jasad Diana yang tadinya khayal seolah olah mendapat roh baru
yang menyelinap dalam segenap urat dan nadinya. Diana meraba raba
dahinya, dia merasa ada setongkol benda sudah lekat teguh dan kemas.
Setelah itu tubuh Diana tidak bergerak gerak lagi. Dia pengsan.
Beberapa jam berlalu, Diana terus terbaring tidak sedarkan diri.
Menjelang pukul 5.00 pagi barulah mata Diana terbuka perlahan lahan.

Sami itu membaca mentera dan mencedok setimba air dari tasik kecil
lalu menjirusnya ke tubuh Diana. Dia memberitahu, upacara
menanam patung kecantikan di dahi Diana sudah selesai.
Bagaimanapun, beberapa pantang larang perlu dipatuhi. Mulai hari
itu Diana tidak boleh bersembahyang lima waktu, dilarang mendengar
azan, menjauhkan diri daripada orang membaca al-Quran, bertahlil
dan berzikir menyebut nama Allah. Diana juga diharamkan mengucap dua
kalimah syahadah dan pergi ke masjid.

Sami itu menerangkan, jika pantang larang itu dilanggar, tubuh Diana
akan kepanasan seolah olah terbakar

Selama tempoh empat hari Diana dibawa tinggal di sebuah kuil. Dia
diajar menyembah patung termasuk patung ratu kecantikan yang ditanam
di dahinya.
Diana turut dilarang melihat cermin serta bersetubuh dengan lelaki.
Diana
dimandikan dengan air bunga setiap malam ketika bulan mengambang.
Dan
setiap malam juga apabila hendak tidur, Diana terasa dirinya
ditemani seseorang menyerupai patung emas tersebut!

Selepas hambis tempoh empat hari itu, Diana dibenarkan pulang.
Sekarang
dia boleh memohon apa saja daripada patung tersebut untuk
kesenangan hidupnya. Diana diyakini bahawa dengan bantuan ratu
kecantikan di dahinya, orang akan melihatnya seperti bidadari.

Untuk sekali upacara menanam patung emas itu, Diana membayar
RM3,700 kepada sami tersebut.

Betulkan secita ini, Sofian?
"Betul encik. Dah ramai mak nyah, pelacur kelas atasan dan GRO dah
pasang patung ni di dahi. Saya berani cakap, majoriti pakai
patung ini!
Kalau
wajah mak nyah tu hodoh tapi bila pakai patung tu, orang nampak
cantik dan bersinar sinar," terang Sofian bersungguh sungguh.

"Untuk mengenali pemakainya mudah saja. Ada tanda merah di dahi
tempat patung itu ditanam. Kesan itu tidak akan hilang sampai bila
bila,"
cerita
Sofian.
"Benarkah begitu? Cerita tentang Diana belum habis ...

Semalam RM1000 sebulan RM30,000!

Selepas empat hari menjalani upacara itu dinegara jiran, Diana
pulang semula kerumahnya di sebuah negeri di pantai timur. Malam
pertama semasa hendak keluar menjual tubuhnya, dia melakukan upacara
seperti diajar sami itu, Ia dilakukan disebuah bilik khas di
rumahnya.

Dalam bilik tersebut Diana memasang colok, membaca mentera,
menyembah beberapa biji patung dan berniat agar malam pertama
itu dia mendapat RM1000 dari pelanggan. Semasa hendak keluar
rumah Diana turut membawa sebuah paptung kecil yang dijadikan
loket rantainya. Diana membahaskan dirinya sebagai 'mak' dan 'anak'
semasa bercakap dengan patung tersebut.

"Malam ni mak nak pergi kerja. Anak mak kena tolong. Apa mak minta,
mesti jadi!" Diana berbisik pada patung itu.

Malam itu Diana keluar menjual tubuhnya bersama sama rakannya di
sebuah lorong. Belum lama dia berdiri di tepi lorong, sebuah
kereta berhenti dihadapannya. Enam lelaki turun, dan keenam
enamnya bergilir gilir melanggan Diana! Peliknya, semua lelaki
tersebut mengatakan dia perempuan!

Diana paling lalris malam itu. Malah ada seorang lelaki yang tak
pernah melanggan mak nyah tetapi apabila melihat Diana, terus
mengadaklan hubungan luar tabii dengannya.

Semua pelanggan memuji muji kecantikan Diana. Dalam tempoh
empat jam menjual tubuh malam pertama itu, Diana memperolehi
RM1,000 seperti yang diminta dari patung berkenaan. Selepas
mencapai matlamatnya, Diana terus pulang kerumah. Dia tidak boleh
tamak, kalau tidak kecantikannya akan hailang. Malam kedua begitu
juga. Dia mendapat duit sebanyak seperti dihajati.

Sejak memakainya empat tahun lalu, setiap bulan pendapatannya
mencecah RM30 ribu hingga RM40 ribu sebulan. Hasilnya, mak nyah itu
mampu membeli beberapa buah rumah teres dan kereta kereta import
berharga ratusan ribu ringgit setiap satu. Kesemuanya dibayar tunai.

Banyaklah keistimewaan yang diperolehi Diana selepas memakai
patung tersebut. Ada seorang pelanggannya bergelar Datuk memberi wang
pendahuluan
muka kereta sebanyak RM15,000 sebagai hadiah. Seorang pemuda
pula
menghantar setong ikan setiap hari kerumahnya kerana jatuh cinta
dengan
Diana. Kalau ada masalah Diana telefon saja pelanggannya mengadu
tiada
wang, pasti permintaanya itu ditunaikan.

Bukan setakat wang malah seorang jurutera dari keturunan Sayid
berhasrat mengahwini Diana kerana menyangka dia perempuan! Diana
cuba memberitahu keadaan sebenar dan menunjukkan kad
pengenalannya bahawa dia seorang lelaki. tetapi jurutera itu tidak
percaya. Bagi mengelakkan rahsia dirinya terbongkar, Diana memutuskan
perhubungan dengan jurutera tersebut.

Tapi patung yang dipuja perlu terus disembah. Jika gagal, Diana
akan diganggu bunyi anjing menyalak dan dinding rumahnya dicakar
cakar.
Pantang
larang juga perlu dipatuhi, kalau tidak .......!

Pernah Diana keluar lewat pukul 2.00 pagi menjual tubuh di sebuah
lorong.
Pukol 5.00 pagi Diana terdengar orang mengaji dari sebuah
masjid
berdekatan. Tiba tiba telinganya berdesing seperti bunyi siren
menjerit jerit. Al-Quran pantang paling besar yang perlu dijauhi.
Tubuhnya terasa terbakar. Selepas habis mengaji, suara azan
Subuh pula berkumandang.
Sekali lagi tubuh Diana seperti dijilat api. Sakitnya tidak
dapat dibayangkan. Diana memekap telinganya dan terus berlari
kerumah. Mak nyah itu tahu dia tidak boleh mendengar azan. Azan
boleh melemahkan kesaktian patung yang dipakai dan disembahnya.

Tamat cerita Diana, Sofian menceritakan pula kisah menggerunkan
yang
dilaluinya lima tahun lalu. Apakah peristiwa menggerunkan
yang
dimaksudkan Sofian?
(Embedded image moved to file: pic16331.jpg)

Episod 2

Sofian mengaku suatu waktu dulu dia juga seorang mak nyah.
Malah dia pernah menjalani upacara menanam patung kecantikan seperti
dilakukan oleh Diana. Bagaimanapun, apabila berasa usianya semakin
meningkat, Sofian mahu membuangnya. Dia mahu bertaubat dan menjadi
Muslim yang sebenarnya.

Sofian insaf, selagi masih memakai patung tersebut, dia tidak
boleh
mendengar azan atau orang membaca al-Quran. Dia juga tidak boleh ke
masjid untuk beribadat. Kejadian yang dilalui Diana, tubuh menjadi
panas seperti terbakar apabila mendengar orang membaca al-Quran
pernah dialaminya.

Malah Sofian lebih teruk. Kejadian itu terjadi semasa orang mambaca
tahlil dirumah sepupunya yang sedang melangsungkan perkahwinan.
Kebetulan Sofian berada dalam sebuah bilik bersama pengantin.
Apabila mendengar orang membaca kalimah Allah, badan Sofian tiba
tiba kepanasan. Tubuhnya seperti
dikurung dalam sebuah sangkar api menjulang. Panasnya tidak
dapat
diceritakan sehingga terasa darahnya menggelegak.

Ketika itu tubuhnya berubah menjadi hitam ibarat dipanggang dalam api
yang menyala nyala. Mukanya hangus. Selepas itu tiba tiba
saja kakinya menendang pintu. Sofian keluar merangkak, kemudian
melompat ke dinding dan siling lalu menerjah ke arah sebatang
pokok kelapa dan jatuh.
Selepaps
jatuh, beberapa orang cuba memegangnya tetapi Sofian melenting
semula, terbang melekap di dinding serta siling seperti seekor
cicak. Ketika itu rupanya hodoh seperti hantu.

Air bacaan yasin yang dijirus bertukar seeperti percikan api yang
menjilat tubuhnya. Sofian mengelepar. Dia terlalu dahaga sehingga
meminum berbotol botol air. Hanya setelah habis bacaan tahlil
barulah Sofian pulih seperti sediakala.

"Sebab itulah saya tak sanggup lagi memakai paptung tu. Saya tak
sanggup lagi diazab apabila mendengar bacaan al-Quran dan azan,"
beritahu lelaki lembut itu.

Sofin berjumpa semula sami yang memasukan patung tersebut. Malangnya
sami itu sendiri tidak berupaya mengeluarkan patung tersebut,
melainkan Sofian melakukannya sendiri, iaitu berendam selama tujuh
hari tujuh malam dalam selut paya bersama kerbau.

"Bayangkan ketika itu musim tengkujuh baru bermula. Hujan lebat
turun sedari siang hingga ke dinihari. Saya berlumpur dan
menggigil seorang diri," cerita lelaki lembut itu.

Upacara itu Sofian lakukan dalam paya di Gua Musang, Kelantan, pada
2004, iaitu selepas sembilan tahun memakai patung berkenaan.
Disitulah Sofian tidur, berak dan kencing. Dia tidak boleh
bergerak gerak selagi tidak sampai tempoh tujuh hari. Seluruh
anggotanya disaluti lumpur bercampur najis dan air kencing haiwan
tersebut. Hanya matanya terkebil kebil.
Lelaki lembut itu membiarkan lalat, langau dan nyamuk hinggap di
tubuhnya.
Dia terpaksa merelakan lintah menghisap darah di punggung dan
pelipat ketiaknya. Sepanjang tempoh itu Sofian tidak boleh makan dan
minum.
Pernah
dia pengsan beberapa kali akibat terlalu lapar.

Menjelang subuh terakhir dia berlumpur, Sofian tersedar, tidak
lama kemudian dia terdengar laungan azan berkumandang, suara
muazin itu amat jelas dari masjid berdekatan. Tubuh Sofian terasa
menggelegak.
Panasnaya
seperti di panggang api ketuhar. Ketika itulah dia termuntah,
terkencing dan terberak kerana terlalu azab!

Suara azan terus bergema dan Sofian menjerit jerit seperti
dirasuk syaitan. Sakitnya tidak terperi. Di dahinya seperti ada suatu
benda hendak terpacul. Kepala Sofian bergoyang goyang. Pandanganya
berpinar, bumi ligat berpusing seperti hendak runtuh.

UWEKKKKKKKKKKKKKKKKKK!!
UWEKKKKKKKKKKKKKKKKKK!!
Sofian termuntah dan mengeluarkan segala isi perutnya yang berwarna
hijau
pekat. Benda yang hedak tersembul di dahinya seperti sebiji peluru
yang
baru ditembak menembusi daging. Sofian terkencing dan
terberak, dia melolong lolong kesakitan.

Tiba tiba ...
PAPPP!!!

Sebiji benda jatuh di atas tapak tanganya. Benda itu keras,
hitam dan sudah berlumut. Serentak itu kesakitan yang
ditanggungnya sebentar tadi hilang serta merta. Sofian meraba
raba dahinya. Patung yang terasa terbonjol di dahinya sudah
tiada. Sofian lega, sekarang dia sudah bebas dari pantang larang
yang paling azab di dunia.

"Azab encik, azab! Taubat saya tak sanggup buat lagi. Kalau tahu
begini akhirnya, saya tak sanggup buat," cerita Sofian.

Andai Diana hendak membuang patung tersebut, mak nyah itu juga
terpaksa menjalani upacara dan azab yang sama.

"Tak ada jalan lain lagi. Selagi tak buang, azab. Kalau nak mati
lagi teruk. Orang yang tak buang susah nak mati!" cerita Sofian.

Sanggupkah Diana berlumpur dengan kerbau dalam paya tujuh hari tujuh
malam selepas ini?

Mak nyah itu hanya diam. "Sebelum saya buang patung tu, saya nak
jadi jutawan dulu!" beritahu Diana sambil tersenyum penuh makna.

Sebelum mengakhir pertemuan petang itu Sofian mengajak kami
mengikutnya ke sebuah kuil. Apa pula yang hendak ditunjukkannya
kepada Mastika?

"Kami sembah patung di kuil!!"

Esoknya 9 November 2006, kami pergi ke sebuah kuil di pinggir
sebuah kampung.

"Tunggu sekejap, saya nak sembahyang!" ceritahu Sofian.
Sembahyang?

Sembahyang yang Sofian maksudkan bukan solat yang dilakukan oleh
orang Islam. Sofian sebaliknya membakar dua batang colok dan
diletakkan di hadapan patung patung yang berderet deret di
depannya. Kemudian di meletakkan bunga melur dan kekwa di kiri
serta kanan patung berkenaan.
Setelah itu Sofian menyembah patung patung tersebut. Antara yang
disembah itu ialah patung raja segala hulubalang, pahlawan, bayi
dan ratu segala kecantikan iaitu patung yang pernah ditanam di
dahinya dan Diana.

"Saya sembahyang tak lama. Seminit dua. Saya dah minta apa yang saya
nak.
Selalunya hajat saya tercapai. Walaupun benda tu dah tak ada di
dahi saya lagi, tapi saya percaya lagi pada patung patung
tersebut. Saya ada pakai satu patung pada rantai leher untuk jadi
pelaris," beritahu Sofian lantas menunjukkan loket rantainya yang
berbentuk patung seorang bayi.

Dia juga menunjukkan satu lagi patung yang dipakainnya, iaitu
patung puteri segala kecantikan sebagai azimat. Patung puteri inilah
yang menjadi kegilaan pelacur dan mak nyah yang ingin kelihatan
cantik seperti Diana.
Itulah dua jenis patung yang disembah setiap kali datang ke kuil pada
hari Sellasa dan Jumaat, pukul 7.30 pagi setiap minggu.

"Jangan takut. Disini orang baik baik. Sami disini tak pernah paksa
saya masuk agama mereka. Saya buat ini untuk diri saya
sendiri," beritahu Sofian.

Sejak dua tahun lepas, kuil ini menggantikan masjid sebagai rumah
ibadat baru dan tempat sembahyang Sofian. Patung patung pahlawan itu
menggantikan al-Quran dan sejadah. Sofian sudah lama meniggalkan
sembahyang lima waktu.
Kalau begitu, apakah Sofian dan Diana masih Islam?

"Kami masih Islam!"

Apabila melihat perbuatan Sofian dan Diana menyembah patung
patung tersebuit timbul persoalan tentang agama mereka.

"Kami masih Islam!" jawab Sofian.
"Jangan salah sangka. Saya tidak pernah keluar Islam, Cuma saya
dah tersesat. Saya nak cari jalan pulang. Saya ceritakan semua
ini pada Mastika untuk beritahu bagaimana susahnya hendak kembali ke jalan
Allah selepas tersesat jauh!" ucap Sofian.

Sofian lalu bercerita bagaimana azabnya selepas membuang patung
tersebut.
Daripada kaya raya dia jatuh papa kedana gara gara tiada pelanggan.
Tapi
Sofian lalui juga kesusahan itu kerana dia benar benar ingin
bertaubat.
Sofian mahu mengucap semula, bersembahyang dan membaca al-Quran. Dia
ingin semula mendalami agama Islam dan menjadi seorang Muslim
dalam erti kata sebenar.

Lalu dia berjumpa beberapa orang alim meminta mereka
membimbingnya.
Malangnya tiada siapa yang sangup membantu. Ada yang
ditemuinya
penceramah terkenal , berapi api memberi sharahan dalam televisyen.
Tetapi
apabila berjumpa, penceramah itu memandang sinis kepada Sofian.
Sofian
mengadu ke pusat pertubuhan dakwah terkenal untuk mualaf dan sudara
baru
tetapi tidak mendapat layanan. Alasannya tempat itu hanya untuk mualaf.

Sofian pergi pula ke masjid hendak berjumpa imam dan pegawai
masjid meminta bimbingan. Dia dihalau. Mereka mengungkit ungkit
sejarah silamnya menyundal di lorong lorong gelap.

"Masa menyundal tak ingat Tuhan. Orang macam ni kalau tolong takkan
jadi baik. Kalau dah biasa makan tahi, dapat hidu pun cukup!"
sindir orang di masjid tersebut. Itula sindiran tajam yang
masih berdarah di hatinya sampai sekarang.

"Bayangkan encik, masa tu saya lapar, nak minta makanan di masjid
tapi tak diberi. Saya hanya minum air paip! Sedih betul bila
diejek dan dihina,"
cerita Sofian dengan air mata bergenangan.

Setelah gagal meminta bantuan daripada orang Islam sendiri, Sofian
pergi ke beberapa buah rumah ibadat dan akhirnya serasi berada di
kuil tersebut.

"Orang Islam sendiri tak nak tunjuk jalan yang lurus kepada orang
macam saya. Tapi di kuil ni tanpa duit sesen pun saya diberi makan,
minum, rokok dan tempat tidur," beritahu Sofian.

Sofian bertanya tanya mengapa orang Islam menghina orang sepertinya
yang ingin kembali ke pangkal jalan? Ada juga yang
mempertikaikan niatnya hendak bertaubat.

"Jangan pandang hina kami. Orang di kuil itu tidak pernah hina
kami.
Mereka tak pernah ajak kami masuk agama mereka. Kami tak pernah
disuruh makan babi.

"Tolonglah, kami dah terlajak, lupa diri dan asal usul. Tolong
tunjukkan jalan. Kami nak jadi normal semula," beritahu Sofian.

Diana hanya mengangguk. Nasibnya lebih dasyat, dia perlu berkubang
dengan kerbau, tujuh hari tujuh malam jika ingin membuang
patung yang masih tertanam didahinya.

Sebelum berpisah, Sofian berbisik, akibat desakan nafsu, dia masih
juga menjual diri walaupun sudah membuang patung di dahi.

"Nafsu, encik. Sekali sekali saya pun keluar menyundal. Orang
masih pandang saya. Seri patung itu masih belum pudar," bisik
Sofian.

Mastika faham. Nafsu. Memang iman selalu tewas kepada nafsu.

Sebelum berlepas pulang ke Kuala Lumpur . Pada malam Jumaat 9
November 2006, ketika orang Islam sedang melakukan ibadat membaca
al-Quran di rumah dan di masjid, Mastika pergi ke lorong tenpat
Sofian dan Diana mencari pelanggan.

Kami nampak Diana sedang menunggu jantan. Pakaiannya seksi sungguh.

Sofian? Kami tidak tahu dimana. Mungkin Sofian benar benar
sudah
bertaubat, dan sekarang bersimpuh di atas sejadah. Mungkin juga dia
sedang berdoa agar apabila cerita ini tersebar, akan tampillah
nanti orang yang akan membawanya dan Diana, serta mak nyah mak nyah
lain, keluar daripada kesesatan ini.





kebanyakan mak nyah mengatakan bahawa mereka jadi begitu kerana naluri mereka sendiri,akan tetapi hakikatnya Allah telah jadikan mereka sebagai lelaki pada zahirnya.jadi mereka ni lebih suka ikut naluri dari ikut fitrah yang Allah dah aturkan untuk mereka.masyarakat,ibu bapa dan rakan-rakan mereka perlu membimbing mereka kejalan yang benar sebelum nyawa masih di kandung badan mereka.ini juga salah satu usaha dakwah.



Ahad, 25 April 2010












Keistimewaan-Keistimewaan Al-Qur'an

Oleh
Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu


Al-Qur’an adalah kalamullah yang diturunkan kepada Rasul kita Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam, dimulai dengan surat al-Fatihah dan ditutup dengan surat an-Nas, bernilai ibadah bagi siapa yang membacanya, berdasarkan hadits Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam :

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ

"Barangsiapa yang membaca satu huruf dari al-Qur’an maka baginya satu kebaikan dan setiap kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat. Saya tidak mengatakan الــم ialah satu huruf, akan tetapi satu huruf, ل satu huruf dan م satu huruf". [HR. Bukhari].

Banyak hadits shahih yang menjelaskan tentang keutamaan membaca surat-surat dari al-Qur’an.

Berikut ini kami paparkan sebagian keistimewaan-keistimewaan al-Qur’an al-Karim.

1. Tidak sah shalat seseorang kecuali dengan membaca sebagian ayat al-Qur’an (yaitu surat Al-Fatihah-Red) berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.

لاَ صَلاَةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ

"Tidak ada shalat bagi orang yang tidak membaca surat al-Fatihah". [HR. Bukhari-Muslim].

2) Al-Qur’an terpelihara dari tahrif (perubahan) dan tabdil (penggantian)sesuai dengan firman Allah Azza wa Jalla :
إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

"Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan al-Qur’an dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya". [al-Hijr:9]

Adapun kitab-kitab samawi lainnya seperti Taurat dan Injil telah banyak dirubah oleh pemeluknya.

3. Isi/Maksud Al-Qur’an terjaga dari pertentangan/kontrakdiksi (apa yang ada di dalamnya) sesuai dengan firman Allah Subhanahu wa Ta'ala :

أَفَلاَ يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْءَانَ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِندِ غَيْرِ اللهِ لَوَجَدُوا فِيهِ اخْتِلاَفاً كَثِيرًا

"Maka apakah mereka tidak memperhatikan Alquran? Kalau kiranya Alquran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapatkan pertentangan yang banyak di dalamnya". [An-Nisa’: 82]

4. Al-Qur’an mudah untuk dihafal berdasarkan firman Allah:

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْءَانَ لِلذِّكْرِ

"Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan al-Qur'an untuk pelajaran". [al-Qamar: 32]

5. Al-Qur’an merupakan mu’jizat dan tidak seorangpun mampu untuk mendatangkan yang semisalnya. Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menantang orang Arab (kafir Quraisy) untuk mendatangkan semisalnya, maka mereka menyerah (tidak mampu). Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: أَمْ يَقُولُونَ افْتَرَاهُ قُلْ فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِّثْلِهِ

"Atau (patutkah) mereka mengatakan: "Muhammad membuat-buatnya". Katakanlah: "(Kalau benar yang kamu katakan itu), maka cobalah datangkan sebuah surat seumpamanya ... ". [Yunus: 38].

6. Al-Qur’an mendatangkan ketenangan dan rahmat bagi siapa saja yang membacanya, berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam :

مَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ

"Tidaklah berkumpul suatu kaum dalam suatu majlis kecuali turun pada mereka ketenangan dan diliputi oleh rahmat dan dikerumuni oleh malaikat dan Allah akan menyebutkan mereka di hadapan para malaikatnya". [HR. Muslim]

7. Al-Qur’an hanya untuk orang yang hidup bukan orang yang mati berdasarkan firman Allah:

لِّيُنذِرَ مَن كَانَ حَيًّا

"Supaya dia (Muhammad) memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup (hatinya)". [Yaasiin: 70]

Dan firman Allah:

وَأَن لَّيْسَ لِلإِنسَانِ إِلاَّ مَا سَعَى

"Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya". [An-Najm:39]

Imam Syafi’i mengeluarkan pendapat dari ayat ini bahwa pahala bacaan al-Qur’an tidak akan sampai kepada orang-orang yang mati. Karena bacaan tersebut bukan amalan si mayit. Adapun bacaan seorang anak untuk kedua orang tuanya, maka pahalanya boleh sampai kepadanya, karena seorang anak merupakan hasil usaha orang tua, sebagaimana disebutkan dalam hadits Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.

8. Al-Qur’an sebagai penawar (obat) hati dari penyakit syirik, nifak dan yang lainnya. Di dalam al-Qur’an ada sebagian ayat-ayat dan surat-surat (yang berfungsi) untuk mengobati badan seperti surat al-Fatihah, an-Naas dan al-Falaq serta yang lainnya tersebut di dalam sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salllam. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :

يَآأَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَآءَتْكُم مَّوْعِظَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَشِفَآءٌ لِّمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ

"Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Rabbmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman". [Yunus :57]

Begitu pula dalam firmanNya:

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْءَانِ مَا هُوَ شِفَآءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ

"Dan Kami turunkan dari al-Qur'an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman". [ِAl-Israa’:82]

9. Al-Qur’an akan memintakan syafa’at (kepada Allah) bagi orang yang membacanya, berdasarkan sabda Rasulullah Shallalllahu 'alaihi wa sallam.

اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ

"Bacalah al-Qur’an, karena sesungguhnya ia akan datang di hari kiamat memohonkan syafa’at bagi orang yang membacanya (di dunia)". [HR. Muslim].

10. Al-Qur’an sebagai hakim atas kitab-kitab sebelumnya, sebagaimana firman Allah Azza wa Jalla :

وَأَنزَلْنَآإِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ

"Dan Kami telah turunkan kepadamu Alquran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu". [al-Maidah: 48]

Al-Hafidz Ibnu Katsir berkata sesudah menyebutkan beberapa pendapat tentang tafsir (مُهَيْمِنًا ): “Pendapat-pendapat ini mempunyai arti yang berdekatan (sama), karena istilah (مُهَيْمِنًا ) mencakup semuanya, yaitu sebagai penjaga, sebagai saksi, dan hakim terhadap kitab-kitab sebelumnya. Al-Qur’an adalah kitab yang paling mencakup dan sempurna, yang diturunkan sebagai penutup kitab-kitab sebelumnya, yang mencakup seluruh kebaikan (pada kitab-kitab) sebelumnya. Dan ditambah dengan kesempurnaan-kesempurnaan yang tidak (ada dalam kitab) yang lainnya. Oleh karena inilah Allah k menjadikannya sebagai saksi kebenaran serta hakim untuk semua kitab sebelumnya, dan Allah menjamin untuk menjaganya. [Tafsir Ibnu Katsir juz 2 hal. 65].

11. Berita Al-Qur’an pasti benar dan hukumnya adil. Allah Azza wa Jalla berfirman:

وَتَمَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ صِدْقًا وَعَدْلاً لاَ مُبَدِّلَ لِكَلِمَاتِهِ

"Telah sempurnalah kalimat Rabbmu (al-Qur'an), sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merobah-robah kalimat-kalimat-Nya". [al-An-‘aam: 115].

Qatadah rahimahullah berkata: “Setiap yang dikatakan al-Qur’an adalah benar dan setiap apa yang dihukumi al-Qur’an adalah adil, (yaitu) benar dalam pengkhabaran dan adil dalam perintahnya, maka setiap apa yang dikabarkan al-Qur’an adalah benar yang tidak ada kebohongan dan keraguan di dalamnya, dan setiap yang diperintahkan al-Qur’an adalah adil yang tidak ada keadilan sesudahnya, dan setiap apa yang dilarang al-Qur’an adalah bathil, karena al-Qur’an tidak melarang (suatu perbuatan) kecuali di dalamnya terdapat kerusakan. Sebagaimana firman Allah Azza wa Jalla :

يَأْمُرُهُم بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَاهُمْ عَنِ الْمُنكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ

"Dia menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk". [Al-A’raaf: 157] [Lihat tafsir Ibnu Katsir jilid 2 hal. 167]

12. Di dalam al-Qur’an terdapat kisah-kisah yang nyata, dan tidak (bersifat) khayalan, maka kisah-kisah Nabi Musa bersama Fir’aun adalah merupakan kisah nyata. Firman Allah:

نَتْلُوا عَلَيْكَ مِن نَّبَإِ مُوسَى وَفِرْعَوْنَ بِالْحَقِّ

"Kami membacakan kepadamu sebagian dari kisah Musa dan Fir'aun dengan benar". [Al-Qashash: 3]

Begitu pula kisah As-Haabul Kahfi merupakan kisah nyata. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ نَبَأَهُم بِالْحَقِّ

"Kami ceritakan kisah mereka kepadamu (Muhammad) dengan sebenarnya".[Al-Kahfi: 13].

Dan semua apa yang dikisahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam al-Qur’an adalah haq (benar). Allah berfirman:

إِنَّ هَذَا لَهُوَ الْقَصَصُ الْحَقُّ

"Sesungguhnya ini adalah kisah yang benar". [Ali-Imran: 62]

13. Al-Qur’an mengumpulkan antara keperluan dunia dan akhirat. Allah berfirman:

وَابْتَغِ فِيمَآءَاتَاكَ اللهُ الدَّارَ اْلأَخِرَةَ ولاَتَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَأَحْسِن كَمَآأَحْسَنَ اللهُ إِلَيْكَ

"Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu". [Al-Qashash: 77]

14. Al-Qur’an memenuhi semua keperluan(hidup) manusia baik berupa aqidah, ibadah, hukum, mu’amalah, akhlaq, politik, ekonomi dan. permasalahan-permasalahan kehidupan lainnya, yang dibutuhkan oleh masyarakat. Allah berfirman:

مَّافَرَّطْنَا فِي الْكِتَابِ مِن شَىْءٍ

"Tiadalah Kami lupakan sesuatu apapun di dalam Al-Kitab". [Al-An’aam: 38]

Dan firman Allah Subhanahu wa Ta'ala :

وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِّكُلِّ شَىْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً وَبُشْرَى لِلْمُسْلِمِينَ

"Dan Kami turunkan kepadamu Al-Kitab (al-Qur'an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang berserah diri". [An-Nahl: 89]

Al-Qurthubi berkata dalam menafsirkan firman Allah (مَّافَرَّطْنَا فِي الْكِتَابِ مِن شَىْءٍ ) Tiadalah Kami lupakan sesuatu apapun di dalam Al-Kitab (Al-An’aam: 38) : “Yakni di dalam al-Lauh al-Mahfud. Karena sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta'ala sudah menetapkan apa yang akan terjadi, atau yang dimaksud yakni di dalam al-Qur’an yaitu Kami tidak meninggalkan sesuatupun dari perkara-perkara agama kecuali Kami menunjukkannya di dalam al-Qur’an, baik penjelasan yang sudah gamblang atau global yang penjelasannya bisa didapatkan dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, atau dengan ijma’ ataupun qias berdasarkan nash al-Qur’an”. [Juz 6 hal. 420].

Kemudian Al-Qurthubi juga berkata: “Maka benarlah berita Allah, bahwa Dia tidak meninggalkan perkara sedikitpun dalam al-Qur’an baik secara rinci ataupun berupa kaedah.

Ath-Thabari berkata dalam menafsirkan ayat (وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِّكُلِّ شَىْءٍ) “Dan Kami turunkan kepadamu Al-Kitab (al-Qur'an) untuk menjelaskan segala sesuatu. (An-Nahl: 89): “Al-Qur’an ini telah turun kepadamu wahai Muhammad sebagai penjelasan apa yang dibutuhkan manusia, seperti mengetahui halal dan haram dan pahala dan siksa. Dan sebagai petunjuk dari kesesatan dan rahmat bagi yang membenarkannya dan mengamalkan apa yang ada di dalamnya, berupa hukum Allah, perintahNya dan laranganNya, menghalalkan yang halal mengharamkan yang haram. …Dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri …… beliau berkata : “dan sebagai gambar gembira bagi siapa saja yang ta’at kepada Allah dan tunduk kepadaNya dengan bertauhid dan patuh dengan keta’atan, maka Allah akan berikan kabar gembira kepadanya berupa besarnya pahala di akhirat dan keutamaan yang besar. [Juz 14 hal. 161].

15. Al-Qur’an mempunyai pengaruh yang kuat terhadap jiwa manusia dan jin.
Adapun (pengaruh yang kuat terhadap) manusia maka banyak kaum musyrikin pada permulaan Islam yang terpengaruh dengan al-Qur’an dan merekapun masuk Islam. Sedangkan di zaman sekarang, saya pernah bertemu dengan pemuda Nasrani yang telah masuk Islam dan dia menyebutkan kepadaku bahwa dia terpengaruh dengan al-Qur’an ketika ia mendengarkan dari kaset. Adapun (pengaruh yang kuat terhadap) jin, maka sekelompok jin telah berkata:

قُلْ أُوحِىَ إِلَىَّ أَنَّهُ اسْتَمَعَ نَفَرٌ مِّنَ الْجِنِّ فَقَالُوا إِنَّا سَمِعْنَا قُرْءَانًا عَجَبًا يَهْدِي إِلَى الرُّشْدِ فَئَامَنَّا بِهِ وَلَن نُّشْرِكَ بِرَبِّنَآ أَحَدًا

"katakanlah (hai Muhammad):"telah diwahyulkan kepadaku bahwasanya : sekumpulan jin telah mendengarkan (al-Qur'an), lalu mereka berkata : Sesungguhnya kami telah mendengarkan al-Qur'an yang menakjubkan, (yang) memberi petunjuk kepada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. dan kami sekali-kali tidak tidak akan mempersekutukan seorangpun dengan Rabb-kami" [Al-Jin : 1-2]

Adapun orang-orang musyrik, banyak diantara mereka yang terpengaruh dengan al-Qur’an ketika mendengarnya. Sehingga Walid bin Mughirah berkata: “Demi Allah, ini bukanlah syair dan bukan sihir serta bukan pula igauan orang gila, dan sesungguhnya ia adalah Kalamullah yang memiliki kemanisan dan keindahan. Dan sesungguhya ia (al-Qur’an) sangat tinggi (agung) dan tidak yang melebihinya. [Lihat Ibnu Katsir juz 4 hal 443].

16. Orang yang belajar al-Qur’an dan mengajarkan adalah orang yang paling baik. Berdasarkan sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam :

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

"Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar al-Qur’an dan mengajarkannya". [HR. Bukhari]

17. Orang yang mahir dengan al-Qur’an bersama malaikat yang mulia, sedang orang yang membaca al-Qur’an dengan tertatih-tatih dan ia bersemangat (bersungguh-sungguh maka baginya dua pahala [HR. Bukhari-Muslim]
Arti As-Safarah = para malaikat.

18. Allah menjadikan al-Qur’an sebagai pemberi petunjuk dan pemberi kabar gembira. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

إِنَّ هَذَا الْقُرْءَانَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا

"Sesungguhnya al-Qur'an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu'min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar". [Al-Isra: 9]

19. Al-Qur’an menenangkan hati dan memantapkan keyakinan. Orang-orang yang beriman mengetahui bahwa al-Qur’an adalah tanda (mujizat) yang paling besar yang menenangkan hati mereka dengan keyakinan yang mantap. Allah berfirman:

الَّذِينَ ءَامَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللهِ أَلاَ بِذِكْرِ اللهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

"(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah hati menjadi tenteram". [Ar-Rad: 28].

Maka apabila seorang mukmin ditimpa kesedihan, gundah gulana, atau penyakit, maka hendaklah ia mendengarkan al-Qur’an dari seorang Qari’ yang bagus suaranya, seperti al-Mansyawi dan yang lainnya. Karena Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

حَسِّنُوْا الْقُرْآنَ بِأَصْوَاتِكُمْ فَإِنَّ الصَّوْتَ الْحَسَنَ يَزِيْدُ الْقُرْآنَ حَسَنًا

"Baguskan (bacaan) al-Qur’an dengan suaramu maka sesungguhnya suara yang bagus akan menambah keindahan suara al-Qur’an". [Hadits Shahih, lihat Shahihul Jami’ karya Al-Albani rahimahullah].

20. Kebanyakan surat-surat dalam al-Qur’an mengajak kepada tauhid, terutama tauhid uluhiyah dalam beribadah, berdo’a, minta pertolongan.

Maka pertama kali dalam al-Qur’an yaitu surat al-Fatihah, engkau dapati firman Allah (إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ) “Kami tidak menyembah kecuali kepadaMu dan kami tidak minta pertolongan kecuali kepadaMu”. Dan diakhir dari al-Qur’an yaitu surat al-Ikhlas, al-Falaq, an-Naas, engkau jumpai tauhid nampak sekali dalam firmanNya:

(قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ).

(Al-Ikhlash:1), dan:

(قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ)

(Al-Falaq:1) dan:

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ

(An-Naas:1).

Dan masih banyak ayat tauhid di dalam surat-surat al-Qur’an yang lain. Di dalam surat Jin engkau baca firman Allah Azza wa Jalla :

قُلْ إِنَّمَآ أَدْعُوا رَبِّي وَلآ أُشْرِكُ بِهِ أَحَدًا

"Katakanlah: "Sesungguhnya aku hanya menyembah Rabbmu dan aku tidak mempersekutukan sesuatupun dengan-Nya". [Al-Jin: 20].

Juga di dalam surat yang sama Allah berfirman:

وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلاَ تَدْعُوا مَعَ اللهِ أَحَدًا

"Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping (menyembah) Allah". [Al-Jin: 18].

21. Al-Qur’an merupakan sumber syari’at Islam yang pertama yang Allah turunkan kepada Nabi kita Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam untuk mengeluarkan manusia dari kegelapan kufur, syirik dan kebodohan menuju cahaya keimanan, tauhid dan ilmu. Allah berfirman:

كِتَابٌ أَنزَلْنَاهُ إِلَيْكَ لِتُخْرِجَ النَّاسَ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِ رَبِّهِمْ إِلَى صِرَاطِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ

"Alif, laam raa. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Rabb mereka, (yaitu) menuju jalan Rabb Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji". [Ibrahim: 14].

22. Al-Qur’an memberitakan perkara-perkara ghaib yang akan terjadi, tidak bisa diketahui kecuali dengan wahyu. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta'ala :

سَيُهْزَمُ الْجَمْعُ وَيُوَلُّونَ الدُّبُرَ

"Golongan itu (yakni kafirin Quraisy) pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang". [Al-Qamar: 45].

Dan sungguh orang-orang musyrik telah kalah dalam perang Badar, mereka lari dari medan peperangan. Al-Qur’an (juga) banyak memberitakan tentang perkara-perkara yang ghaib, kemudian terjadi setelah itu. [1]

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 05//Tahun V/1422H/2001M. Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo-Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-761016]
________
Footnote
[1]. Diterjemahkan oleh Ahmad Khamidin dari makalah yang berjudul Min Khashaish Al-Qur’an Al-Karim, di dalam majalah Al-Furqan no:85, hal: 24-25

Dari penulis blog : Bagi pembaca yang tidak bersetuju dengan mana-mana pandangan di dalam blog/artikel ini diminta mencari ustaz/ulama yang mahir untuk bertanya

Sabtu, 24 April 2010

Perisai Menjaga Perut Dari Syaitan






















1) Menjaga perut dari memakan riba

2)Menjaga perut dari memakan rasuah

3)Menjaga perut dari memakan hasil jualan anjing dan pendapatan hasil perzinahan

4)Menjaga perut dari memakan harta anak yatim

5)Menjaga perut dari memakan harta benda yang masih syubahat hukum-hakamnya

6)Menjaga perut dari menelan segala bentuk perkara yang haram

7)Menjaga perut dari terlalu kenyang dengan makanan

8)Menjaga perut dari memakan harta warisan














SUDAH SALAFYKAH AKHLAKMU??!
Oleh
Ustadz Abu Zubair Hawaary

Saudaraku, mungkin engkau balik bertanya kepadaku, kenapa hal itu engkau
tanyakan?! Tidakkah engkau melihatku memelihara janggot dan memendekkan
hujung seluarku di atas mata kaki? Tidakkah engkau tahu bahwa aku rajin
mengaji, duduk di majelis ilmu mendengarkan Kitabullah dan Hadits
Rasulullah shollallahu alaihi wa sallama yang disyarahkan oleh
ustadz-ustadz salafy?

Sabar saudaraku, tenanglah aku tidak meragukan semua yang engkau
katakan. Engkau tidak pernah absen menghadiri majelis ilmu, penampilanmu
juga menunjukkan bahwa engkau berusaha untuk meneladani generasi salafus
sholeh.

Tapi, tahukah engkau saudaraku .. (Ahlus Sunnah sejati adalah orang yang
menjalankan islam dengan sempurna baik akidah maupun akhlak. Tidak
tepat, jika ada yang mengira bahwasanya seorang sunny atau salafy adalah
orang meyakini I'tiqod Ahlus Sunnah tanpa memperhatikan aspek perilaku
dan adab-adab islamiyah, serta tidak menunaikan hak-hak sesama kaum
muslimin.)[1] .

Maafkan aku jika kata-kataku ini menyakitkan hatimu, tetapi hatiku tak
tahan lagi untuk tidak mengatakannya, karena aku mencintaimu karena
Allah, aku inginkan yang terbaik untukmu semoga Allah Ta'ala
memperlihatkan kepada kita kebenaran itu sebagai suatu kebenaran dan
membimbing kita untuk mengikutinya. Dan semoga Ia memperlihatkan kepada
kita kebatilan itu sebagai suatu kebatilan serta menganugerahkan kepada
kita taufik untuk menjauhinya.

Berapa banyak orang yang dibutakan dari kebenaran, dan tidak sedikit
pula yang melihat kebenaran tetapi enggan mengikutinya. Berapa banyak
pula orang yang mengira kebatilan adalah kebenaran dan tidak sedikit
pula orang yang mengetahui kebatilan tapi masih saja mengikutinya.

Ya Allah .. berilah kami petunjuk dan luruskanlah kami

Saudaraku,

Sikapmu yang kurang menghargai orang yang lebih tua darimu dan angkuh
terhadap orang yang lebih muda darimu, dari mana engkau pelajari?!

Lupakah engkau hadits yang pernah kita pelajari bersama,

ليس منا من لم يرحم صغيرنا و يوقر كبيرنا

Artinya, Bukan termasuk golongan kami orang yang tidak mengasihi yang
lebih kecil dan tidak menghormati yang lebih besar. (HR. At-Tirmidzi
dari sahabat Anas rodhiyallahu 'anhu dan dishohihkan oleh Al Albany di
Shohih Al Jami' no. 5445)

aku teringat hari itu, walaupun setiap mengingatnya hati ini merasa
sedih dan resah. Ketika engkau dan beberapa orang lainnya menghadiri
undangan. Turut hadir ketika itu orang-orang awam yang di antaranya
usia lebih tua dari kita. Ketika engkau masuk ke majelis lalu
mengucapkan salam dan menjabat tangan semua yang duduk kecuali bapak
itu, engkau menyalami orang yang duduk di samping dan belakang bapak
itu, lalu engkau duduk se-enaknya di depan bapak itu tanpa sedikit
senyuman apalagi menjabat tangannya!!

Oh ..jelas benar guratan sedih dan perasaan aneh yang menyemburat dari
wajah bapak tersebut. Sampai aku pun malu duduk di situ, kalau bisa
ingin rasanya aku untuk tidak hadir di situ dan saat itu..

Saudaraku, katakanlah kepadaku agar aku tidak berburuksangka kepadamu,

- Apa yang memberatkan bibirmu untuk memberikannya sedikit
senyuman walaupun hambar?! Padahal engkau tahu Nabi kita shollollahu
alaihi wa sallama bersabda,

تبسمك في وجه أخيك لك صدقة

Senyumanmu dihadapan saudaramu adalah sedekah bagimu.(HR.
At-Tirmidzi, Bukhari di Adabul Mufrod dan Ibnu Hibban, Ash-Shohihah oleh
Al-Albany no. 572)

- Apa yang membuat lidahmu kelu untuk menyapa walau hanya
dengan tiga aksara Pak.

- Apa yang membuat tanganmu lumpuh untuk menjabat tangannya?!
Seperti engkau menjabat tangan yang lainnya?! Tidakkah engkau pernah
membaca atau mendengar bahwa salafus sholeh menjabat tangan anak-anak
ketika bertemu, lantas bagaimana kalau dia lebih tua darimu?

عن سلمة بن وردان قال: رأيت أنس بن مالك يصافح الناس، فسألني: من أنت؟
فقلت: مولى لبني ليث، فمسح على رأسي ثلاثاً، وقال: “بارك الله فيك”

Dari Salamah bin Wardaan ia menuturkan, Aku melihat Anas bin Malik
menjabat tangan manusia, maka ia bertanya kepadaku, Engkau siapa?. Aku
menjawab, Maulaa Bani Laits. Lalu ia mengusap kepalaku tiga kali
seraya berkata, Semoga Allah memberkahimu. (HR. Bukhari di Adabul
Mufrod, Syaikh Al-Albany mengatakan, Shohihul Isnad)

Dari Al-Barro bin Azib rodhiyallahu anhu ia berkata, Termasuk
kesempurnaan tahiyyah (salam) engkau menjabat tangan saudaramu. (HR.
Bukhari di Adabul Mufrod, Syaikh Al-Albany mengatakan, sanadnya shohih
mauquf).

Jawablah saudaraku! Bukankah dia juga seorang muslim? Apakah karena dia
tidak berjenggot seperti dirimu dan celananya masih menutupi mata kaki??

Tidak saudaraku .. tidak! sejak kapan salam dan jabat tangan hanya
khusus untuk orang-orang yang penampilan sama sepertimu atau orang-orang
yang menghadiri majelis ilmu saja?!

Sikapmu inilah yang barangkali dapat menghambat dakwah salafiyah di
terima oleh kaum muslimin. Membuat mereka merasa dijauhi dan dipandang
sebelah mata.

Saudaraku .. ketika engkau mengaku seorang salafy tetapi dengan sikap
dan akhlakmu yang jauh dari akhlak salafus sholeh engkau telah ikut
menghalangi dan menghambat dakwah yang hak ini.

Semoga Allah merahmati Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, beliau berkata di
akhir kitab Al Aqidah Al Wasithiyyah setelah menyebutkan pokok-pokok
akidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah, Kemudian mereka (Ahlus Sunnah wal
Jama'ah) disamping pokok-pokok ini, mereka mengajak kepada kebaikan dan
mencegah dari kemungkaran sesuai dengan apa yang diwajibkan syari'at.
Mereka memandang tetap menegakkan haji, jihad, sholat jum'at dan hari
raya bersama para pemimpin yang baik maupun yang keji. Mereka menjaga
(sholat) jama'ah, dan melaksanakan nasehat untuk umat. dan mereka
meyakini makna perkataan Nabi shollallahu alaihi wa sallama,

المؤمن للمؤمن كالبنيان يشد بعضه بعضًا وشبك بين أصابعه

Seorang mukmin bagi mukmin lainnya adalah laksana bangunan yang kokok
saling menguatkan satu dengan lainnya. Lalu beliau menjalin di antara
jari-jemarinya. (HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Musa rodhiyallahu anhu)

Dan sabdanya,

مثل المؤمنين في توادهم وتراحمهم وتعاطفهم كمثل الجسد إذا اشتكى منه عضو
تداعى له سائر الجسد بالحمى والسهر

“Perumpamaan orang-orang beriman dalam saling mencintai, menyayangi dan
mengasihi adalah seperti satu tubuh, apabila salah satu anggota tubuh
merasakan sakit, seluruh tubuh ikut merasakan demam dan tidak bisa
tidur. (HR. Bukhari dan Muslim dari An Nu'man bin Basyir rodhiyallahu
anhu)

Mereka mengajak bersabar menghadapi ujian, bersyukur ketika lapang, dan
ridho dengan pahitnya qodho. Mereka mengajak kepada akhlak-akhlak yang
mulia dan perbuatan-perbuatan baik, dan meyakini makna perkataan Nabi
shollallahu alaihi wasallama,

أكمل المؤمنين إيمانًا أحسنهم خلقًا

Mukmin yang paling sempurna keimanannya adalah yang paling baik
akhlak-akhlaknya. (HR. Ahmad, Abu Dawud, At-Tirmidzi dan Ibnu Hibban)

Mereka mendorong untuk menyambung hubungan dengan orang yang memutus
hubungannya denganmu, memberi orang yang tidak mau memberimu, mema'afkan
orang yang menzalimimu, memerintahkan untuk berbakti kepada kedua
orangtua, dan begitu juga mereka memerintahkan untuk menyambung
silaturrahim, bertetangga dengan baik, melarang sifat angkuh, sombong,
zalim dan merasa lebih tinggi dari makhluk dengan hak atau tidak dengan
hak. Mereka memerintahkan kepada budi pekerti yang tinggi dan melarang
dari akhlak yang tercela.

Dan seluruh apa yang mereka katakan dan kerjakan dari ini dan yang
lainnya, sesungguhnya mereka dalam hal itu mengikuti Al Kitab dan As
Sunnah. Jalan mereka adalah Dinul Islam yang Allah mengutus Muhamad
shollallahu alaihi wa sallama dengannya. (Al Akidah Al Wasithiyyah,
hal. 129-131).

Saudaraku, aku yakin engkau adalah seorang yang berjiwa besar dan bisa
berlapang dada menerima nasehat, karena itu marilah kita perbaiki
kekurangan-kekurang an kita dalam meneladani akhlak salaf sehingga
sempurna pula ittiba kita kepada Rasulullah shollallahu alaihi wa sallama.

Semoga Allah Ta'ala membimbing kita untuk meniti jalan Nabi shollallahu alaihi wa sallama dan mengikuti jejak-jejak salafush sholeh baik dalam
akidah, ibadah, muamalah, akhlak, dan hubungan antara sesama, amin.

[1] An Nashiihah fiima Yajibu Muroatuhu indal Ikhtilaaf, oleh Syaikh
Ibrahim Ar-Ruhaily (13).